Sukses

Amankah Suntik Filler di Area Sekitar Mata?

Sekitar mata merupakan area yang sensitif. Amankah suntik filler di bagian ini?

Klikdokter.com, Jakarta Penyanyi cantik asal Amerika Serikat, Katy Perry, diberitakan melakukan sejumlah tindakan operasi untuk mempercantik dirinya. Namun pelantun lagu ‘Firework’ ini menampik sejumlah tudingan terkait operasi yang ia lakukan. Katy menyebutkan bahwa dirinya hanya melakukan suntik filler di bawah mata, untuk menghilangkan lingkaran matanya.

Apa yang dilakukan Katy tergolong sebagai tindakan yang berisiko. Ini karena sekitar mata merupakan area yang sensitif, karenanya banyak orang takut untuk melakukan sejumlah tindakan invasif di bagian tersebut.

Suntik filler

Suntik filler merupakan tindakan kosmetik, dengan cara menyuntikkan cairan atau bahan tertentu ke bawah kulit. Beberapa cairan yang biasanya digunakan adalah asam hyaluronat, kolagen, calcium hydroxylapatite, lemak, dan lainnya.

Suntik filler di area sekitar mata biasanya ditujukan untuk mengatasi cekungan (tear through), dan kerutan di bagian tersebut. Ini karena kedua kondisi itu dapat menciptakan ‘bayangan’ di bawah mata, sehingga membuat bagian tersebut terlihat seperti memiliki lingkaran hitam.

Efek samping suntik filler

Beberapa efek samping atau risiko yang dapat terjadi akibat suntik filler di area sekitar mata, yakni:

  • Memar. Kondisi ini paling sering terjadi, dan dapat hilang dengan sendirinya.
  • Pembengkakan di area injeksi. Biasanya akan hilang dalam 48 jam setelah tindakan suntik filler.
  • Overkoreksi. Ini akan membuat area bawah mata terlihat lebih bengkak.Efek Tyndall. Efek samping ini membuat area bawah mata tampak kebiruan.
  • Asimetris. Dapat terjadi karena overkoreksi pada salah satu sisi.
  • Nekrosis atau kematian jaringan. Hal ini terjadi akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah oleh cairan filler.
  • Kebutaan. Menjadi efek samping yang paling parah, kebutaan dapat terjadi akibat oklusi atau tertutupnya pembuluh darah.

Mengetahui adanya efek samping di atas, suntik filler menjadi tindakan yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Jadi, bila Anda tertarik untuk melakukan tindakan seperti Katy Perry, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit atau dokter bedah yang berkompeten terlebih dahulu. Dengan demikian, kemungkinan terjadinya efek samping bisa ditekan sekecil-kecilnya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar