Sukses

Pikiran Negatif Ternyata Juga Bisa Berguna

Tak selalu merugikan, pikiran negatif juga bisa bernilai positif dan berguna. Ini buktinya.

Klikdokter.com, Jakarta Banyak motivator dunia dan kutipan tertentu yang menyerukan orang untuk selalu berpikir positif agar menerima hasil yang positif pula. Karena itu, pikiran negatif dianggap harus dibuang jauh-jauh karena bisa mengacaukan kondisi yang ada. Padahal sebetulnya pikiran negatif tidak selalu tak berguna.

Pada studi yang dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology, psikolog Julie Norem dan Nancy Cantor membandingkan karakter optimis-strategis dan pesimis-defensif.

Jika Anda seorang yang optimis-strategis, Anda akan memikirkan kemungkinan hasil terbaik yang akan diperoleh dan strategi apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai hasil tersebut.

Sementara jika Anda seorang pesimis-defensif, meski sudah pernah berhasil di masa lalu, Anda akan lebih melihat sisi kegagalan dari segala sesuatu. Misalnya, ketika harus mempresentasikan sebuah pekerjaan, Anda akan berpikir mengenai kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

Kebanyakan orang akan berpikir bahwa performa optimis-strategis akan lebih baik dibandingkan pesimis-defensif, karena mereka memiliki tingkat kepercayaan diri dan ekspektasi yang tinggi. Akan tetapi, pada penelitian tersebut Norem dan Cantor menemukan bahwa walau si pesimis-defensif cenderung lebih sering khawatir dan memiliki ekspektasi rendah, performanya tetap sama baiknya dengan si optimis-strategis. 

Mereka kemudian menanyakan kepada kelompok pesimis-defensif mengapa mereka tetap memiliki performa yang baik meski dipenuhi pikiran negatif. Orang dari kelompok tersebut menjawab bahwa dengan membayangkan konsekuensi atau kemungkinan yang terburuk, mereka akan menyiapkan diri lebih ekstra dan berusaha lebih keras (untuk menghindarinya).

Jadi, kekhawatiran dan pikiran negatif tersebut diubah menjadi aksi yang nyata. Seorang yang optimis-strategis dan pesimis-defensif ini akan berhasil dengan cara yang berbeda.

Nah, sekarang kembali kepada diri Anda sendiri. Apakah mau terus-menerus berpikir positif atau sesekali berpikir negatif? Karena ternyata punya pikiran negatif tak selalu merugikan, malah dapat berguna.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar