Sukses

Ingin Lebih Kreatif? Luangkan Waktu untuk Berjalan Kaki

Banyak orang, mulai dari seniman hingga pekerja kantoran, mengklaim bahwa berjalan kaki membantu merangsang ide kreatif.

Klikdokter.com, Jakarta Anda membutuhkan ide kreatif agar berhasil mencapai target perusahaan tahun ini? Untuk bisa mendapatkannya, Anda mungkin berusaha berpikir keras di meja kerja saat ini. Namun, apa hasilnya? Jika masih nihil, Anda mungkin perlu beranjak dan berjalan kaki sejenak.

Ya, jangan ragu untuk melakukannya. Sebab, orang-orang di setiap lapisan masyarakat—dari seniman hingga pekerja kantoran—mengklaim bahwa berjalan kaki dapat membantu mereka dalam menyusun gagasan dan memancing ide kreatif. Bahkan, sebuah penelitian baru menemukan bahwa berjalan kaki sejenak benar-benar menunjang mental Anda.

"Banyak orang secara mengesankan mengklaim bahwa mereka menemukan pemikiran terbaik saat berjalan kaki," kata Marily Oppezzo, peneliti dari Santa Clara University, Amerika Serikat. "Dengan penelitian ini, kami mungkin akan mencoba menemukan alasannya."

Orang kreatif penggemar jalan kaki

Selama beabad-abad, orang-orang kreatif telah mengagung-agungkan dampak positif dari berjalan kaki. Menurut buku Daily Rituals: How Artists Work yang disusun dan diedit oleh Mason Currey, beberapa musikus hampir mempraktikan kebiasaan jalan kaki setiap hari. 

Peter Ilyich Tchaikovsky berjalan dua jam setiap hari tanpa menghiraukan cuaca. Sementara itu, Ludwig van Beethoven berjalan-jalan santai setelah makan siang secara teratur.

Kebiasaan itu hampir tidak terbatas pada komponis. Novelis Charles Dickens juga merupakan seorang pejalan kaki yang rajin, dan filsuf Søren Kierkegaard pernah menulis, "Saya telah melangkah sendiri ke dalam pemikiran terbaik saya."

Bahkan, jadwal kegiatan harian yang padat seperti yang diterapkan Charles Darwin pada masa akhir hidupnya sudah meliputi waktu untuk berjalan kaki jarak pendek, sebanyak tiga kali.

Berjalan kaki bisa merangsang ide

Untuk menguji kebenaran tentang manfaat berjalan kaki dalam merangsang ide kreatif, Marily dan seorang koleganya melakukan beberapa eksperimen dengan melibatkan puluhan orang (kebanyakan mahasiswa) di Stanford University, Amerika Serikat.

Dalam satu percobaan, para peserta menyelesaikan satu rangkaian tugas sambil duduk, dan satu rangkaian tugas berikutnya sambil berjalan di atas treadmill. Kata periset, berjalan kaki sepertinya meningkatkan nilai peserta pada tes berpikir kreatif.

Pada tes tersebut, peserta diberi nama objek dan harus menghasilkan sebanyak mungkin penggunaan alternatif untuk benda itu dalam empat menit. Misalnya, satu orang dalam penelitian ini mengatakan bahwa sebuah kancing bisa digunakan sebagai kenop pintu rumah boneka, sebuah mata untuk boneka, dan saringan kecil.

Sayangnya, para periset tidak memiliki penjelasan tentang mengapa berjalan kaki dapat membawa dampak positif terhadap kreativitas. Tidak jelas pula, apakah bentuk aktivitas fisik dengan intensitas rendah lainnya, atau kegiatan yang nyaman seperti merajut, memiliki dampak yang sama terhadap pola pikir.

Meski demikian, jangan ragu meluangkan waktu untuk berjalan kaki sejenak. Selain dapat merangsang ide kreatif di tengah ‘kebuntuan’, berjalan kaki juga dapat menyehatkan tubuh Anda. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo bergerak dan tangkap ide kreatif itu!

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar