Sukses

Berteman dengan Orang Beracun Bisa Mengganggu Kesehatan Anda

Anda sedang berteman dengan orang beracun atau negatif? Jika ya, sekarang waktu yang tepat untuk ‘detoks’.

Klikdokter.com, Jakarta Anda pernah mendengar istilah toxic people atau orang beracun? Ya, orang beracun adalah orang dengan banyak sifat negatif, seperti manipulatif, mudah menghakimi, iri, egois, selalu merasa benar, serta bersikap dan berkata secara tidak konsisten (tergantung pada tujuan mereka).

Berurusan dengan orang-orang seperti itu akan sangat menguras energi Anda. Dengan kata lain, hubungan tersebut bisa meracuni diri Anda. Seorang pakar konseling yang terbiasa dengan ciri-ciri hubungan semacam ini mengatakan bahwa bila mulai menjauh dari teman-teman, meragukan diri sendiri, dan sulit membuat keputusan, Anda mungkin berada dalam hubungan beracun.

Hubungan dengan orang beracun atau negatif semacam ini, tidak layak dipertahankan. Rebecca Aquilina Bala, seorang psikolog di Western New York Developmental Disabilities State Operations and Offices (DDSO) mengatakan, “Ketika sempat berpikir bahwa individu beracun itu melelahkan, Anda perlu mengambil langkah mundur yang besar.”

Lebih lanjut, Rebecca mengatakan bahwa berpisah dengan teman atau orang beracun sebenarnya penting bagi kesehatan emosional dan fisik Anda. Saat menjalin hubungan dengan orang beracun, Anda bisa saja mengalami stres yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik. Anda mungkin merasa mudah tersinggung, lesu, atau berakhir pada sakit kepala kronis, bahkan nyeri dada.

Sementara itu, menjaga jarak dengan orang yang negatif ini justru memiliki efek sebaliknya. Pada awalnya, melepaskan diri dari hubungan beracun memang dapat membawa perasaan kehilangan dan rasa bersalah.

“Namun seiring waktu, hal itu membawa perasaan percaya diri saat Anda mulai menyadari bahwa Anda lebih bahagia, dan akhirnya Anda merasakan kebebasan," kata Rebecca.

Setelah mengakhiri hubungan beracun, Anda mungkin masih memiliki ingatan traumatis. “Kenangan penuh tekanan dengan orang yang negatif ini sebenarnya tersimpan di bagian otak yang berbeda dari kenangan biasa. Ingatan traumatis tetap ada dan terus menyakiti Anda, bahkan setelah hubungan tersebut kandas,” kata Rebecca.

Lagipula kehilangan sebuah hubungan, entah beracun atau tidak, tetap merupakan sebuah kerugian besar. Karena itu,  Anda perlu merawat diri setelah mengakhiri hubungan tersebut untuk mengatasi trauma.

Mengandalkan teman dan anggota keluarga lain selama masa sulit merupakan hal penting. “Bersandar pada orang-orang yang positif dan penuh dukungan dapat membuat Anda menghargai diri sendiri,” ujar Rebecca. Dia juga menyarankan untuk lebih bereksperimen dengan hobi atau aktivitas baru yang sekaligus merupakan terapi, seperti yoga atau meditasi.

Jika melihat tanda-tanda orang beracun atau negatif di sekitar Anda, jangan takut untuk menetapkan batasan ketat atau mengakhiri hubungan. Hal itu akan sangat menyelamatkan kesehatan mental dan fisik Anda. Di samping itu, Anda juga akan memiliki waktu lebih untuk mencurahkan perhatian kepada orang-orang yang pantas mendapatkannya.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar