Sukses

Gangguan Kepribadian Ganda, Bisakah Disembuhkan?

Meski terdengar kompleks, penderita gangguan kepribadian ganda masih dapat disembuhkan.

Klikdokter.com, Jakarta Kisah Sybil, gadis dengan enam belas kepribadian, mungkin dulu pernah Anda baca di bangku SMP atau SMA. Itu adalah salah satu contoh kasus gangguan kepribadian ganda—dalam bahasa medis disebut gangguan identitas disosiatif (DID)—yang paling terkenal.

Gangguan kepribadian ganda sering disebabkan oleh adanya trauma masa lalu, terutama pada masa kecil. Penderita “membelah” kepribadiannya sebagai bentuk mekanisme pertahanan mental terhadap stres dari luar, karena ketidakmampuan kepribadian utama untuk menghadapinya. Menimbang hal ini, menggali akar masalah atau awal pemicu merupakan hal penting dari proses terapi penderita.

Psikoterapi merupakan pilihan terapi yang umumnya dilakukan untuk menangani DID. Setiap penderita DID memiliki tingkat keparahan dan variasi yang berbeda, sehingga terapinya harus disesuaikan dengan kondisi penderita secara individual.

Untuk menangani penderita DID, dokter dan terapis biasanya akan melakukan psikoterapi berkelompok dengan keluarga dan kerabat penderita untuk mencoba mengurai masa lalu penderita. Lalu, para ahli juga akan berusaha memunculkan semua fragmen kepribadian penderita dan menggali karakteristik masing-masing kepribadian yang ada.

Dari situ, penderita akan dituntun untuk “menyatukan” fragmen-fragmen kepribadiannya. Penderita akan mengajak masing-masing kepribadian untuk berkooperasi dengan tujuan kesembuhan penderita yang menjadi “inang”.

Bersamaan dengan psikoterapi, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu jika penderita memiliki kondisi mental lainnya, seperti depresi, gangguan cemas, dan kecenderungan bertindak impulsif.

Namun, cara ini perlu dilakukan dengan perlahan dan hati-hati agar tidak memicu reaksi negatif dari penderita. Sebab, bisa saja mereka merasa terkekang dan kembali mengalami trauma. Dokter dan terapis harus dapat meyakinkan penderita untuk bekerja bersama demi kesembuhannya.

Menangani penderita gangguan kepribadian ganda memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin disembuhkan dan bahkan menjalani kehidupan yang normal. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara tenaga medis, penderita, serta keluarga dalam menjalani terapi untuk DID.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar