Sukses

Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Pria

Pria juga perlu melakukan sederet tes kesehatan berikut guna mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh.

Beberapa penyakit berbahaya lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Atas alasan ini, para pria dianjurkan untuk melakukan tes kesehatan secara rutin.

Namun terkadang, banyak yang tidak memeriksakan kesehatannya selain di waktu sedang sakit. Padahal, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara rutin dapat membantu mencegah sakit yang parah di kemudian hari.

Inilah beberapa tes kesehatan pria yang perlu Anda ketahui:

1 dari 4 halaman

1. Pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT)

Berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit, seperti diabetes mellitus dan penyakit jantung.

Anda dapat menggunakan IMT untuk mengukur kadar lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan Anda. Lalu, Anda dapat menentukan apakah Anda kelebihan berat badan atau dalam risiko mengalami obesitas.

Artikel Lainnya: Cara Efektif agar Pasangan Pria Anda Lebih Peduli Kesehatan

Untuk mengukur IMT, bagilah berat badan Anda dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter yang sudah dikuadratkan. Kategori normal untuk IMT dewasa khusus Asia Pasifik adalah di antara 18,5 hingga 22,9 kg/m2.

2. Pemeriksaan Kolesterol Darah

Berdasarkan rekomendasi American Heart Association (AHA), semua orang dewasa yang berusia di atas 35 tahun harus memeriksa kadar kolesterol darahnya setiap 5 tahun.

Skrining harus dimulai dari usia 20 tahun apabila Anda memiliki faktor risiko tertentu, seperti diabetes, merokok, IMT lebih dari 30, riwayat keluarga stroke, dan kerabat tingkat pertama yang pernah mengalami serangan jantung.

Untuk memeriksa kadar kolesterol darah Anda, darah akan diperiksa di laboratorium untuk menentukan kadar HDL (kolesterol baik), LDL (kolesterol jahat), total kolesterol, dan trigliserida. Kadar total kolesterol yang normal adalah di bawah 200 mg/dL.

Kadar trigliserida yang tinggi berhubungan dengan sindrom metabolik yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Karena itu, pemeriksaan kolesterol darah menjadi tes kesehatan pria yang wajib dilakukan.

Artikel Lainnya: Tes Kesuburan Sebelum Menikah, Cara Deteksi Kemandulan Sejak Dini

2 dari 4 halaman

3. Pemeriksaan Tekanan Darah

Salah satu tes kesehatan pria yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan tekanan darah. Karena apabila memiliki tekanan darah yang tinggi, akan membutuhkan pengobatan untuk mengontrolnya. Dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, maka dapat mencegah penyakit jantung, penyakit ginjal, dan stroke.

Tekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHg. Apabila tekanan darah Anda tinggi, dokter meminta untuk memeriksanya dengan rutin dan lebih sering.

Diagnosis tekanan darah tinggi membutuhkan dua kali pemeriksaan yang diambil dengan jeda empat jam dan di atas 120/80 mmHg. Sekali pemeriksaan di atas 120/80 mmHg akan selalu harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan ulangan.

4. Pemeriksaan Gula Darah

Manfaat tes kesehatan gula darah adalah sebagai dasar penegakan diagnosis penyakit diabetes mellitus. Pemeriksaan untuk diabetes termasuk hemoglobin A1C atau HbA1c, gula darah puasa, dan toleransi glukosa oral.

Pemeriksaan tunggal tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis diabetes. Pemeriksaan kedua dibutuhkan untuk mengonfirmasi apakah kadar gula darah Anda memang tinggi.

Artikel Lainnya: Persiapkan Ini Sebelum Jalani Tes Kesehatan

3 dari 4 halaman

5. Pemeriksaan Skrining Kanker Kolorektal

Pemeriksaan skrining untuk kanker kolorektal, yaitu kolonoskopi, dibutuhkan bagi yang berusia 50 tahun ke atas. Pemeriksaan lebih awal dibutuhkan bagi yang memiliki riwayat kanker ini pada keluarganya.

Pemeriksaan kolonoskopi dapat mendeteksi kanker kolon lebih awal ketika kanker ini lebih mudah ditangani. Dokter Anda dapat menemukan dan membuang lesi prakanker sebelum berkembang menjadi ganas.

6. Pemeriksaan Skrining Kanker Prostat

Tes kesehatan pria lainnya yang wajib dilakukan adalah pemeriksaan kanker prostat. Untuk pria yang berusia 50 tahun ke atas atau 45 tahun serta memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat, membutuhkan pemeriksaan skrining untuk kanker ini.

Pemeriksaan colok dubur dan prostate-specific antigen dapat dilakukan oleh dokter untuk skrining kanker prostat. Apabila ditemukan kelainan, pemeriksaan tambahan seperti transrectal ultrasound perlu dilakukan.

Demikianlah beberapa tes kesehatan pria yang perlu Anda ketahui. Pemeriksaan kesehatan ini wajib dilakukan tergantung dengan banyak hal, seperti usia dan faktor-faktor risiko yang menyertai. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter.

Untuk mengetahui informasi kesehatan lainnya, baca artikel di aplikasi KlikDokter. Anda juga bisa konsultasi langsung dengan dokter menggunakan fitur Live Chat.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar