Sukses

Penyakit Autoimun yang Sering Mengintai Anak

Hati-hati, penyakit autoimun tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga dapat menyerang anak-anak.

Penyakit autoimun terjadi akibat reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh. Pada kondisi ini, sistem imun yang seharusnya menjaga imun tubuh dan melindungi tubuh justru berbalik menyerang tubuh.

Tak hanya pada orang dewasa, penyakit autoimun juga bisa terjadi pada anak-anak. Karena gejala yang muncul biasanya bersifat umum atau tak spesifik, tak jarang diagnosis penyakit autoimun pada anak membutuhkan waktu yang lama.

 

1 dari 3 halaman

Penyebab Autoimun pada Anak

Penyebab pasti sistem imun tubuh bereaksi berlebihan sampai saat ini belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang kemungkinan menjadi penyebab seseorang memiliki penyakit autoimun, antara lain:

  • Genetik

Faktor genetik diduga dapat menjadi penyebab penyakit autoimun pada anak. Adanya riwayat keturunan pada keluarga inti meningkatkan risiko seorang anak mengalami penyakit autoimun.

  • Jenis Kelamin

Meski semua jenis kelamin bisa mengalami penyakit autoimun, tetapi beberapa kondisi anak perempuan memiliki risiko 3 kali lebih besar ketimbang anak laki-laki. Contohnya seperti penyakit lupus, setidaknya 85 persen pasien yang terdiagnosis adalah perempuan.

  • Faktor Lingkungan

Kondisi autoimun biasanya dipicu oleh faktor luar, salah satunya adalah faktor lingkungan. Paparan radiasi, infeksi virus, obat, maupun toksin lainnya bisa menjadi penyebab penyakit autoimun pada anak.

Artikel Lainnya: Jenis Penyakit Autoimun yang Paling Umum Sering Menyerang

  • Hormonal

Faktor hormonal diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit autoimun yang menyerang anak. Dugaan sementara adalah adanya hormon seks, kortisol, dan hormon lainnya yang memiliki peran pada sistem imun tubuh, turut berkontribusi juga terhadap kondisi autoimun.

Meski ini masih dugaan, penelitian tentang hubungan hormonal dan penyakit autoimun masih terus dilakukan.

2 dari 3 halaman

Jenis Penyakit Autoimun pada Anak

Ada banyak jenis penyakit autoimun pada anak yang sebenarnya banyak terjadi, tetapi jarang Anda dengar. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA)

Penyakit ini terjadi pada 1 dari 1000 anak dan lebih sering terjadi pada anak perempuan. Pada kondisi ini, sistem imun tubuh menyerang sendi, tepatnya di membrane sinovial. Akibatnya muncul peradangan pada sendi. Apabila tidak diterapi, kerusakan sendi dapat terjadi.

Gejala penyakit autoimun pada anak ini, antara lain:

  • Rasa nyeri.
  • Kemerahan dan bengkak pada sendi.
  • Kekakuan pada sendi.
  • Kesulitan untuk bergerak dan beraktivitas.

2. Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem imun si Kecil menyerang sel-sel tubuh pada bagian pankreas, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin.

Penyakit ini membutuhkan terapi insulin seumur hidup untuk mengontrol gula darah anak. Hingga 2017, penyakit ini telah terjadi terjadi pada 1-2 dari 10.000 anak.

Artikel Lainnya: Benarkah Kurang Vitamin D Bisa Sebabkan Penyakit Autoimun?

Gejala dari autoimun pada anak ini, antara lain:

  • Rasa haus.
  • Banyak berkemih.
  • Cepat lapar.
  • Berat badan menurun.
  • Sering lemas.

3. Immune Thrombocytopenia Purpura (ITP)

Penyakit autoimun ini menyerang keping darah (trombosit) sehingga kadar keping darah dalam tubuh menurun. Penyakit ITP terjadi pada 3-8 dari 100.000 anak.

Keping darah berperan dalam proses pembekuan darah. Itu sebabnya jika kadar keping darah rendah, akan muncul gejala perdarahan seperti bintik-bintik merah atau lebam di kulit, mimisan, atau perdarahan gusi.

Pada anak perempuan yang sudah memasuki menstruasi, kondisi ini bisa ditandai dengan jumlah darah haid yang lebih banyak dibandingkan dengan normalnya.

4. Lupus

Lupus merupakan salah satu penyakit autoimun yang sering dibicarakan. Lupus paling sering terjadi pada remaja putri dan wanita usia muda. Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ, seperti kulit, sendi, mulut, sistem saraf, jantung, paru, ginjal, dan darah.

Gejala penyakit lupus umumnya berupa:

  • Ruam berwarna merah atau keunguan berbentuk mirip kupu-kupu (ruam malar) yang terdapat pada pipi dan hidung.
  • Muncul ruam diskoid. Ruam ini berwarna kemerahan dan disertai dengan pengelupasan kulit. Biasanya dijumpai pada pipi, hidung, sekitar bibir, dan cuping telinga.
  • Sesak napas, batuk-batuk, dan nyeri dada.
  • Sariawan di mulut lebih dari satu dan tidak nyeri.
  • Kulit mudah merah atau terbakar bila terpapar sinar matahari.
  • Jumlah sel darah tidak normal, baik itu sel darah merah, putih, atau trombosit.
  • Kerap memiliki gangguan kesadaran, gangguan memori, bicara tidak jelas, dan sulit menelan.

Artikel Lainnya: 3 Penyebab Penyakit Autoimun yang harus Diwaspadai

5. Penyakit Celiac

Penyakit celiac merupakan penyakit intoleransi gluten, yang merupakan kandungan protein pada gandum dan oat.

Saat anak yang terkena celiac mengonsumsi gluten, zat itu akan menghancurkan dinding usus sehingga dapat menimbulkan berbagai gejala gangguan saluran cerna. Karena alasan itu, ada beberapa produk yang menyertai label gluten free yang ditujukan untuk anak-anak penderita celiac.

Beberapa gejala yang muncul, yakni:

  • Diare.
  • Penurunan berat badan atau kehilangan nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Tumbuh kembang yang tak sesuai.
  • Perut kembung.
  • Cenderung rewel karena rasa tidak nyaman di perut.

6. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan keluhan gatal dan muncul bercak bersisik dan kering pada kulit. Kondisi ini tidak bisa sembuh, tetapi bisa dikontrol dengan obat-obatan. Psoriasis pada anak-anak memberikan hasil yang memuaskan apabila diterapi dan terkontrol.

Secara umum, terdapat dua bentuk psoriasis yang umumnya terjadi pada anak-anak, yaitu:

  • Psoriasis Plak

Psoriasis plak adalah bentuk paling umum dan banyak terjadi pada anak-anak. Sesuai dengan namanya, psoriasis jenis ini bentuknya plak.

Oleh sebab itu, gejalanya berupa plak-plak merah, tebal, bersisik dan gatal yang dapat muncul di area siku, lutut, hingga kulit kepala. Tak jarang warna plak ini akan tampak seperti perunggu.

  • Psoriasis Gutata

Psoriasis gutata berbentuk seperti tetesan air dan biasanya muncul di punggung, lengan, dan kaki.

Artikel Lainnya: Hidup Sehat Meski dengan Penyakit Autoimun

7. Multiple Sclerosis (MS)

Multiple sclerosis memang paling sering menyerang orang dewasa. Namun pada kenyataannya, kondisi ini bisa juga terjadi pada bayi, anak-anak, hingga remaja.

Gejala autoimun pada anak-anak ini mirip dengan orang dewasa, yaitu:

  • Lemas.
  • Gangguan penglihatan.
  • Kejang.
  • Spasme otot.
  • Gangguan keseimbangan, termasuk kesulitan berjalan.

Kondisi MS pada anak-anak umumnya lebih berat dibandingkan pada orang dewasa. Selain itu, apabila MS terjadi pada usia dini dan tidak mendapatkan perawatan yang tepat, dapat berakibat pada disabilitas fisik.

8. Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki adalah penyakit langka yang menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Penyakit ini tergolong berbahaya karena dapat menimbulkan komplikasi ke jantung.

Penyakit autoimun pada anak ini dapat ditandai dengan demam disertai dengan 4 dari 5 tanda gejala berikut ini:

  • Ruam merah di kulit.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Injeksi konjungtiva.
  • Perubahan pada mukosa mulut, ditandai dengan adanya lidah stroberi, atau kondisi lidah bengkak dan memerah.
  • Perubahan pada ekstremitas, biasanya bengkak pada tangan dan kaki.

9. Henoch-Schonlein Purpura (HSP)

HSP adalah peradangan yang terjadi pada pembuluh darah dan umumnya dialami oleh anak-anak. Tidak hanya pembuluh darah di kulit yang mengalami peradangan, tetapi juga organ-organ lain seperti ginjal, saluran cerna, dan sendi.

Gejala klasik dari penyakit autoimun ini adalah munculnya ruam merah, bengkak, nyeri pada sendi, serta nyeri perut. Selain itu, gejalanya juga dapat berhubungan dengan masalah di ginjal, seperti BAK berdarah.

Sebelum muncul gejala ini, biasanya beberapa minggu sebelumnya muncul keluhan demam, sakit kepala, dan nyeri pada sendi hingga seluruh badan.

Penyakit autoimun tak pandang bulu karena bisa menyerang semua rentang usia termasuk anak-anak. Apabila si Kecil memiliki gejala seperti sering demam tanpa sebab, penurunan berat badan, atau tanda-tanda gejala seperti di atas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak Anda.

Apabila Anda butuh informasi seputar penyakit autoimun pada anak, jangan sungkan untuk bertanya kepada dokter kami melalui fitur Live Chat!

[WA]

1 Komentar