Sukses

Cheat Meal vs Cheat Day, Efektif Mana Untuk Diet?

Selain konsep cheat day yang dilakukan oleh para pelaku diet, ada juga kosep cheat meal. Mana yang lebih baik?

Klikdokter.com, Jakarta Menahan godaan saat tengah menjalankan diet memang cukup menyiksa bagi sebagian orang, terutama para pelaku diet yang masih pemula. Oleh sebab itulah muncul konsep berbuat curang saat diet atau lebih populer disebut dengan cheating. Selain ada cheat day, kini ada juga konsep cheat meal sebagai pelipur lara saat diet.

Cheat day merupakan satu hari dimana Anda bebas mengonsumsi apa saja. Biasanya, para pelaku diet memilih hari libur sebagai cheat day mereka. Karena saat libur mereka biasanya akan makan enak bersama teman-temannya.

Pilih cheat day atau cheat meal?

Tak jauh berbeda dengan cheat day, Dr. Josh Axe seorang nutrisionis dari Amerika menjelaskan bahwa konsep cheat meal sama-sama membebaskan pelaku diet untuk makan apapun, namun hanya dalam satu waktu makan saja. Sebagian besar pelaku diet memilih makan siang sebagai untuk menikmati cheat meal.

Sebagai contoh, Dwayne “The Rock” Johnson sang pemeran Jumanji 2: Welcome to The Jungle sering mengonsumsi delapan potong roti panggang yang diberi topping pai apel sebagai menu cheat meal.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri M. Epid, secara prinsip, cheating boleh dilakukan sesekali. Namun, hal tersebut hanya boleh dilakukan dengan catatan memilih makanan dengan kalori yang tetap terkontrol.

“Sebaiknya cheat day atau cheat meal jangan dilakukan untuk ‘balas dendam’. Saat beristirahat dari diet, makanlah dengan porsi yang sewajarnya, jangan terlalu berlebihan,” ucap dr. Resthie.

Baginya, baik cheat day maupun cheat meal masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada konsep cheat day, secara psikologis pelaku diet lebih merasa bahagia saat menjalani diet. Tetapi jika orang tersebut tidak dapat mengendalikan diri dengan baik, maka program diet bisa gagal dan sia-sia.

Selain itu dr. Resthie juga menjelaskan bahwa saat menjalankan cheat meal tubuh biasanya sudah lebih terlatih dengan asupan kalori yang sesuai dengan diet yang ditentukan. Sehingga, saat melakukan cheat meal tersebut, tubuh lebih bisa memberi alarm ketika nutrisi sudah tercukupi.

“Bagi pelaku diet yang merasa tertekan dengan diet yang berkepanjangan, cheating adalah saat yang paling ditunggu-tunggu,” jelas dr. Resthie.

 

 

 

1 dari 2 halaman

Tingkatkan metabolisme tubuh

Agar diet yang telah Anda jalankan tidak sia-sia, dr. Resthie menyarankan agar Anda menggunakan waktu cheating untuk meningkatkan metabolisme tubuh dengan asupan makanan yang bergizi imbang. Karena saat menjalankan diet, kandungan kalori yang berkurang menyebabkan metabolisme tubuh Anda melambat.

Oleh sebab itu, konsumsilah makanan yang sehat dan padat energi. Daripada mengonsumsi makanan yang merusak tubuh, lebih baik Anda memasukkan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh selama menjalankan diet.

Jika dibandingkan, antara kedua konsep cheating tersebut dr. Resthie menganggap lebih baik untuk dilakukan. “Pada orang yang memiliki program diet terstruktur, cheat day bisa dilakukan. Namun bagi yang program dietnya belum jelas, cheat meal lebih aman,” terangnya.

Nah, jika Anda ingin menghibur diri dengan cheat meal, berikut ini adalah kiat-kiat yang sebaiknya Anda terapkan:

1. Olahraga

Melakukan cheating membuat produksi insulin Anda kembali normal. Sehingga, Anda mampu menyerap nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dengan baik dan menghasilkan energi yang lebih besar. Manfaatkanlah untuk berolahraga.

2. Perbanyak konsumsi protein

Usahakan ada sumber protein dalam setiap menu cheat meal Anda. Karena protein memiliki satiating effects yang dapat mencegah Anda makan lebih banyak dari yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh.

3. Minum air yang cukup

Dengan banyaknya air yang Anda minum, maka Anda terhindar dari kondisi lapar palsu yang merupakan tanda dari dehidrasi.

4. Jaga asupan serat tinggi

Makanan mengandung serat tetap lebih baik, dibanding Anda mengonsumsi junk food.

5. Pilih bahan makanan berkualitas

Jika Anda makan kue sekalipun, pilihlah kue yang jelas kebersihannya. Atau lebih baik lagi, Anda bisa membuat menu khusus sendiri di rumah sebagai menu cheat meal.

Jadi, jika Anda pelaku diet dengan program diet yang belum terstruktur, ada baiknya Anda memilih cheat meal sebagai waktu beristirahat saat diet, dibanding cheat day yang berpotensi merusak diet saat makan Anda tidak terkontrol. Melakukan cheating dapat memberi manfaat, tapi Anda juga harus melakukannya dengan benar.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar