Sukses

Kapan Anda Boleh Mulai Diet Bebas Gluten?

Jangan sembarang melakukannya, ketahui waktu yang tepat untuk memulai diet bebas gluten.

Klikdokter.com, Jakarta Mengawali tahun baru, sebagian besar orang menjadikan penurunan berat badan sebagai salah satu resolusi. Untuk mencapainya, beragam metode diet pun dicoba. Salah satu diantaranya adalah diet bebas gluten (­gluten-free diet).

Diet bebas gluten adalah metode diet yang tidak mengonsumsi makanan dengan kandungan gluten, yakni jenis protein yang ditemukan dalam gandum, jali (barley), dan gandum hitam (rye). Gluten sendiri diperlukan untuk proses pengembangan roti dan memberikan tekstur kenyal pada roti.

Belakangan ini, diet bebas gluten menjadi ramai diperbincangkan dan diterapkan di masyarakat karena diklaim sebagai metode diet yang baik bagi kesehatan, terutama kesehatan pencernaan.  

Pada dasarnya, diet bebas gluten ini diperuntukkan bagi mereka dengan kondisi penyakit celiac (coeliac disease) yang termasuk dalam penyakit autoimun. Seseorang dengan penyakit ini tubuhnya akan menjadi lebih sensitif terhadap gluten yang terkandung dalam makanan.

Sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap gluten akan menyebabkan kerusakan pada dinding usus. Hal tersebut memicu timbulnya gejala seperti begah, kram perut, diare, mual, muntah, sakit kepala, hingga gangguan penyerapan nutrisi. Diet bebas gluten menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kondisi penyakit ini.

Meski demikian, Anda boleh mempertimbangkan untuk melakukan diet bebas gluten, bila mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Sering merasa begah atau mual setelah mengonsumsi produk roti dan olahannya.
  • Alergi terhadap bahan gandum, ditandai dengan sakit perut, mual, dan muntah setelah makan produk olahan gandum.
  • Memiliki riwayat anggota keluarga mengalami penyakit celiac atau penyakit autoimun lainnya.

Sebelum Anda menerapkan metode diet bebas gluten, berkonsultasilah dengan ahli gizi, mengingat salah satu risiko dari metode diet ini adalah kekurangan serat dan mikronutrien yang penting seperti zat besi, asam folat, dan vitamin B.

Tak jarang, mereka yang melakukan diet bebas gluten mengalami anemia (kekurangan sel darah merah) karena pola diet yang tidak tepat. Selain itu, sejauh ini memang belum ada studi ilmiah yang menunjukkan dampak dari diet bebas gluten bagi mereka yang tidak mengalami kondisi penyakit celiac.

Jadi, metode diet apapun yang akan Anda lakukan, kenali dahulu dengan baik kelebihan dan kekurangannya, termasuk diet bebas gluten. Bila perlu, berkonsultasilah dengan ahli gizi untuk meminimalkan efek samping dari diet yang Anda lakukan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar