Sukses

Tes DNA, Manfaat dan Risiko yang Anda Harus Ketahui

Tes DNA biasanya digunakan untuk identifikasi identitas atau status kekerabatan. Selain itu, tes DNA juga berguna untuk mendeteksi risiko penyakit tertentu.

Pastinya Anda pernah mendengar tentang istilah DNA. DNA merupakan kependekan dari deoxyribonucleic acid, atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan asam deoksiribonukleat. DNA adalah materi genetik pembawa informasi yang dapat diturunkan.

Kebanyakan orang mengaitkan tes DNA sebagai prosedur untuk memastikan anak kandung. Padahal, tes DNA lebih dari itu. Berhubung DNA adalah materi genetik yang menentukan semua proses yang terjadi dalam tubuh, maka tes DNA memiliki segudang potensi pemeriksaan. 

Apa saja sebenarnya manfaat tes DNA? Mari simak selengkapnya dalam artikel berikut. 

1 dari 3 halaman

Manfaat Tes DNA

Pekembangan pemeriksaan DNA begitu pesat. Tidak hanya pada bidang kesehatan saja, manfaat tes DNA juga berguna pada bidang lain seperti dalam bidang perkara kriminal. Apa saja manfaat tes DNA?

  1. Membantu Menyelesaikan Misteri Kejahatan

Banyak kasus kejahatan yang selesai dengan pemeriksaan DNA. Pemeriksaan ini membantu dalam mencari pelaku kejahatan dengan mencocokkan materi genetik yang tertinggal pada korban dengan tersangka.

  1. Menentukan Orang Tua Biologis atau Hubungan Kekerabatan

Manfaat tes DNA lainnya adalah untuk bukti hubungan darah. Materi genetik pada anak dan orang tua memiliki banyak kemiripan. Prinsip inilah yang dijadikan dasar pemeriksaan untuk menentukan hubungan orang tua dan anak. 

Artikel Lainnya: Tes Genetik, Langkah Jitu Antisipasi Kanker Sejak Dini

  1. Mengidentifikasi Mayat

Manfaat tes DNA juga berguna bagi pihak kepolisian dan rumah sakit untuk proses identifikasi. Dalam keadaan bencana atau kecelakaan, terkadang terdapat korban yang sulit dikenali. Namun, pemeriksaan DNA dapat membantu dalam identifikasi mayat yang terlalu tua atau rusak untuk dikenali.

  1. Memeriksa Kecocokan Transplantasi

Saat ini, kemajuan teknologi kedokteran memungkinkan dilakukan transplantasi pada berbagai organ seperti hati, ginjal dan paru. Namun, sebelum prosedur operasi transplantasi dilakukan, pemeriksaan DNA perlu dilakukan untuk mencocokkan jaringan donor organ dengan orang-orang yang membutuhkan transplantasi.

  1. Pengujian Sifat Pembawa Penyakit

Belakangan, manfaat tes DNA juga diklaim bisa menunjukkan potensi penyakit bawaan keturunan. Jika Anda mempunyai keluarga dengan suatu kelainan genetik, Anda berisiko tinggi untuk mengalami kelainan genetik yang sama. 

Karena itu, Anda dapat menjalani tes genetik sebelum memiliki anak, bahkan sebelum menikah. Tes DNA dapat memberi informasi apakah Anda dan pasangan adalah pembawa untuk kondisi penyakit yang sama.

  1. Pengujian Prenatal

Jika Anda hamil, tes ini dapat mendeteksi kelainan pada gen bayi. Sindrom Down adalah salah satu kelainan genetik yang sering diskrining sebagai bagian dari uji genetik prenatal. 

Biasanya, pemeriksaan ini dilakukan dengan memeriksa penanda dalam darah ibu atau dengan pengambilan cairan amnion. 

Artikel Lainnya: Perlukah Tes Genetika Sebelum Merencanakan Kehamilan?

2 dari 3 halaman

Berminat Tes DNA? Perhatikan ini Dulu

Hasil dari tes DNA akan berdampak sangat besar. Oleh karena itu, sebelum menjalani tes DNA, Anda harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter mengenai risiko tes DNA, manfaat tes DNA, dan keterbatasan dalam tes DNA ini. Hasilnya tentu bersifat rahasia dan implikasinya dijelaskan oleh konselor genetik.

Risiko kesehatan terkait pemeriksaan darah terbilang minimal. Pemeriksaan genetik dengan tindakan pengambilan cairan amnion juga terbilang aman, namun tetap memiliki risiko, seperti kebocoran cairan amnion, bahkan sampai keguguran.

Isu penting lainnya terkait tes genetik adalah kerahasiaan informasi dan implikasi pada pasien setelah hasil keluar. Karena itu, hasil pemeriksaan ini lebih baik didiskusikan dengan dokter yang kompeten untuk menentukan langkah selanjutnya jika ditemukan hasil positif pada penyakit tertentu.

Selain itu, masih ada beberapa kendala dalam melakukan pemeriksaan genetic, yaitu ketersediaan alat, konselor genetik, dan biaya yang mahal. 

Pemeriksaan genetik di Indonesia belum terlalu berkembang dan populer seperti di negara-negara maju (Amerika, Jepang, Jerman, dan lain-lain). Tak heran bila harganya masih sangat mahal dan tidak dapat diakses oleh semua orang.

Keadaan inilah yang menjadi tantangan bagi dokter-dokter di Indonesia dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap pencegahan penyakit-penyakit. Semoga tes DNA akan lebih terjangkau oleh masyarakat ke depannya, sehingga dapat membantu lebih banyak orang.

Apabila Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai fungsi tes DNA, silakan berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar