Sukses

Apa yang Membuat Anak Memiliki Teman Imajiner

Benarkah anak-anak yang kesepian atau punya masalah sosial memiliki teman imajiner?

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin Anda pernah mendengar cerita mengenai seorang anak yang memiliki teman imajiner. Tidak jarang pula ‘persahabatan’ si anak dengan teman imajinernya bisa terjalin selama bertahun-tahun. Mereka berinteraksi seolah-olah karakter yang ada dalam dunia khayalnya itu nyata.

Sebagian orang tua merasa khawatir dengan hal ini. Padahal, ini merupakan tahapan normal dari perkembangan imajinatif anak. Sebanyak 37% anak berusia di atas tujuh tahun memiliki teman imajiner. Lantas, apa sebenarnya penyebab anak memiliki teman imajiner?

Ada pendapat yang menyatakan bahwa anak yang memiliki teman imajiner biasanya adalah anak yang cenderung kesepian atau memiliki masalah sosial. Hal ini menyebabkan anak menciptakan sendiri teman imajiner untuk menghilangkan rasa kesepiannya. Akan tetapi, ternyata pendapat ini tidak sesuai dengan beberapa hasil penelitian.

Pada kenyataannya, dibandingkan anak yang tidak memiliki teman imajiner, anak yang memiliki teman imajiner cenderung memiliki sifat yang tidak pemalu serta dapat berinteraksi baik dengan teman-temannya.

Penyebab anak memiliki teman imajiner hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun berdasarkan hasil survei, biasanya anak yang memiliki teman imajiner adalah anak tertua, anak tunggal, dan anak yang tidak terlalu banyak menonton televisi. Hal ini dikarenakan anak-anak tersebut memiliki waktu dan kesempatan yang lebih banyak untuk “menciptakan” teman imajinernya.

Memiliki teman imajiner bukan berarti anak tersebut dalam masalah, karena keberadaannya dapat menjadi sumber kenyamanan saat anak mengalami kesulitan. Berbagai hasil penelitian menyatakan bahwa anak yang memiliki teman imajiner dapat lebih mudah beradaptasi dan mengatasi pengalaman traumatik selama masa kecil. Anak yang memiliki teman imajiner juga lebih mudah menghadapi rasa takut, lebih mudah mengeksplorasi ide, memiliki daya imajinasi yang lebih tinggi, serta memiliki kepedulian yang lebih baik.

Ada juga sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa pada anak sekolah dasar atau sekolah menengah pertama, memiliki teman imajiner membuat anak tersebut dapat menghadapi masalah dengan lebih baik, meski si anak cenderung memiliki ketertarikan yang kurang terhadap teman-temannya. Meski demikian, setelah menginjak bangku sekolah menengah atas, anak yang memiliki teman imajiner tersebut memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik sehingga tidak menyebabkan masalah interaksi sosial.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa teman imajiner bukanlah pertanda Anak memiliki masalah sosial atau kesepian. Akan tetapi, ini merupakan bagian dari tahap perkembangan daya imajinatif anak. Dengan pertambahan usia, teman imajiner akan menghilang secara perlahan. Karenanya, Anda tak perlu khawatir jika anak Anda memiliki teman imajiner, selama tidak menyebabkannya berperilaku buruk.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar