Sukses

Gigi Gingsul, Masalah Estetika atau Medis?

Gigi gingsul yang cukup banyak dijumpai orang Indonesia dan kerap dianggap “manis”, ternyata bisa jadi masalah medis.

Klikdokter.com, Jakarta Gigi gingsul adalah sebutan untuk kondisi gigi taring yang tidak mempunyai tempat untuk menempati posisi yang benar. Karakter gigi taring cukup sulit diprediksi. Anda tak akan pernah tahu kapan dan ke arah mana mereka akan tumbuh.

Gigi taring termasuk salah satu gigi yang memiliki peran penting di dalam lengkung gigi yang sering kali mengalami gangguan saat tumbuh. Peran dan fungsi unik gigi taring salah satunya adalah menjadi panduan rahang bawah saat bergerak membuka atau menutup, supaya gigi-gigi rahang atas tidak berkontak dengan gigi rahang bawah. Gigi taring dapat menahan beban kunyah yang besar dan memiliki akar gigi paling panjang di antara semua gigi.

Gigi taring juga berperan dalam segi estetika. Letaknya yang berada di sudut lengkung gigi memiliki bentuk unik transisi antara bentuk gigi seri dan gigi geraham. Selain itu, gigi taring memberi bentuk sudut mulut yang normal agar tidak terlihat kempot.

Namun dalam pertumbuhannya, gigi taring sering mengalami gangguan. Jika ruang yang tersedia antara gigi seri dan gigi premolar sempit, gigi taring diharapkan bisa menyusup di celah tersebut. Namun pada kenyataannya, gigi yang sudah tumbuh sempurna tidak bisa bergeser dan gigi taring pun harus mencari arah lain untuk tumbuh ke permukaan. Alhasil, gigi taring ada yang tumbuh ke arah luar (pipi), ke sisi dalam (langit-langit) atau terjebak di dalam tulang alveolar (impacted).

Menambah daya tarik atau jadi masalah?

Beberapa orang menganggap gigi gingsul sebagai penambah daya tarik wajah, namun ini hanya berlaku pada beberapa orang saja. Sebagian orang lainnya mengalami kesulitan ketika tersenyum karena mulut terlihat penuh. Bahkan ada sebagian gigi taring  yang “mengintip” keluar dari mulut sehingga terlihat kurang enak dipandang seperti gigi vampir.

Sebagian lainnya malah bisa mengalami masalah berbeda. Gigi gingsul yang tumbuh ke arah dalam ataupun ke luar bisa melukai bibir atau lidah karena ujung gigi taring yang biasanya berbentuk runcing.

Tak hanya itu, sela atau ruang kosong yang seharusnya tempat gigi taring menjadi sulit terjangkau sikat gigi, sehingga pembersihannya kurang. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan plak gigi dan karang gigi, yang dapat berujung pada munculnya penyakit gingivitis (peradangan gusi), dengan gejala gusi berdarah.

Lebih jauh lagi, ternyata gigi gingsul juga dapat mengalami pengikisan akar yang tidak terlihat dari luar. Menurut European Journal of Orthodontics, 17,7 persen keadaan gigi gingsul menyebabkan pengikisan akar gigi tetangganya: sebanyak 12,6 persen terhadap gigi seri samping, 4,8 persen terhadap gigi premolar satu, dan 2,1 persen terhadap gigi seri tengah.

Oleh karena itu, bagi para orang tua, waspadai gejala gigi gingsul pada anak sejak dini, atau bisa jadi kondisi ini Anda alami sendiri. Bila gigi taring sudah terlihat tumbuh ke arah luar dan gigi taring susu masih ada, pencabutan pada gigi taring susu diperlukan agar gigi taring dapat tumbuh pada posisi yang benar. Namun bila gigi taring sudah terlanjur tumbuh sempurna, pemakaian kawat gigi sangat dianjurkan untuk memperbaiki susunan gigi agar terhindar dari dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh gigi gingsul tersebut.

[RN/ RVS]

 

0 Komentar

Belum ada komentar