Sukses

Trik agar Kentut Tak Terlalu Bau

Ini rahasianya agar kentut Anda tak terlalu bau sehingga mengganggu diri sendiri dan orang lain.

Klikdokter.com, Jakarta “A man who farts in bed... is a man who loves life.” Demikian kata Muriel Barbery, novelis terkenal asal Prancis, dalam bukunya “Gourmet Rhapsody”. Akui saja, melepas angin kentut memang melegakan, apalagi setelah bangun pagi. Anda pun merasa lebih segar dan siap untuk mengawali hari. Bahkan, sebagian orang percaya bahwa kentut setiap hari itu sehat.

Namun, bagaimana jika kentut yang keluar berbau sangat busuk sehingga Anda pun ingin menutup hidung rapat-rapat dan memilih pingsan saja?

Memang, sih, Anda tak bisa mengharapkan kentut Anda memiliki harum seperti mawar atau kue vanila. Tapi setidaknya orang pasti berharap kentut mereka tidak berbau seperti, misalnya, telur lapuk.

Sebenarnya, kentut yang bau merupakan hal yang umum dan sering dianggap normal. Sebagian makanan atau obat-obatan dapat menyebabkan kentut memiliki bau yang menusuk. Karena itu, menurut tulisan yang dimuat di Healthline, dalam kebanyakan kasus, kentut yang bau atau tidak berbau tidak perlu dikhawatirkan.

Beda halnya jika gas kentut ini diikuti oleh gejala-gejala tertentu yang mengganggu. Jika Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya Anda segera ke dokter. Beberapa gejala buruk yang bisa terjadi bersamaan dengan kentut adalah: sakit perut, kembung, mual, muntah, diare, tinja berdarah, penurunan berat badan, demam, dan nyeri otot.

1 dari 2 halaman

Mencegah kentut berbau busuk

Setiap orang barangkali pernah mengalami kentut yang berbau busuk. “Padahal tadi nggak makan yang gimana-gimana deh,” mungkin itu yang Anda pikirkan. Tapi, apakah Anda yakin?

Chu Yao dan tim, peneliti dari Monash University di Melbourne, Australia, telah mempelajari asal-usul bau busuk pada kentut. Studi ini dilaporkan pada tahun 2016 lalu.

Mereka menelaah feses dari tujuh orang sehat, kemudian mencampurnya dengan sistein, yaitu komponen yang terdiri atas daging, telur, susu, dan jenis-jenis protein lainnya. Hasilnya, emisi hidrogen sulfida meningkat lebih dari tujuh kali lipat.

Hidrogen sulfida adalah bakteri usus yang diketahui berasal dari protein. Selain menyebabkan kentut berbau busuk, gas ini dapat memperburuk penyakit radang usus dan meningkatkan risiko kanker usus.

Namun, produksi hidrogen sulfida menurun secara substansial saat tim mencampur feses dengan empat karbohidrat lambat serap. Dua dari karbohidrat tersebut—yang ditemukan pada kentang, pisang, kacang polong, dan serealia—ternyata dapat mengurangi produksi hidrogen sulfida sekitar 75 persen.

Nah, apabila Anda ingin kentut tak terlalu bau, mungkin bisa mengikuti hasil penelitian dari Chu Yao dan Tim ini. Masukkanlah kentang, pisang, kacang polong, serealia, dan gandum ke dalam menu makanan sehari-hari. Tak ada salahnya untuk dicoba, bukan?

Selain fokus pada jenis makanan tertentu, agar aroma kentut Anda lebih “sopan”, cobalah makan dengan porsi sedikit dan jangan buru-buru. Hal ini baik untuk pencernaan sekaligus menurunkan produksi gas.

Menghindari minuman berkarbornasi yang dapat menghasilkan gas, seperti bir dan soda, juga dapat dilakukan. Di samping itu, minum air secara cukup dapat membantu mengeluarkan sampah hasil metabolisme melalui tubuh secara lebih efisien.

Jadi, sudahkah Anda kentut hari ini? Ingat, mereka yang kentut adalah mereka yang mencintai kehidupan. Asalkan tak mengganggu orang-orang di sekitar Anda, ya!

[RVS]

1 Komentar