Sukses

Normalkah Anak Memiliki Teman Imajiner?

Jangan buru-buru berpikiran mistik. Ini penjelasan logis tentang keberadaan teman imajiner.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar anak sering berpura-pura bermain dan berinteraksi dengan boneka, robot, atau mainan lain, seakan-akan benda tersebut hidup. Pada usia sekitar tujuh tahun, sebanyak 37% anak akan mengalami tahapan imajinatif yang lebih jauh dan membuat teman imajiner.

Teman imajiner anak dapat berupa manusia, hewan, atau makhluk fantasi. Bahkan, anak yang memiliki teman imanjiner dapat mendeskripsikan seperti apa rupa fisik, sifat, dan kebiasaan dari teman imajinernya.

Teman imajiner anak dapat berjumlah satu atau bahkan lebih. Ia dapat muncul dan menghilang kapanpun. Pada sebagian anak, teman imajiner terkadang dapat menjadi bagian hidupnya hingga beberapa tahun.

Sebenarnya, walaupun anak berinteraksi dengan teman imajinernya, menurut para ahli, mereka tahu bahwa teman imajinernya itu tidak nyata. Dari sebuah penelitian, didapatkan hasil bahwa 77% anak yang memiliki teman imajiner menyadari bahwa teman imajinernya sebenarnya tidak nyata.

Jika anak memiliki teman imajiner, Anda tak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang normal—suatu bagian dari tahap perkembangan daya imajinasi anak. Cobalah mencari tahu lebih dalam mengenai karakteristik teman imajiner anak Anda. Terkadang dengan ini Anda dapat mengetahui mengenai ketertarikan anak, harapan, ketakutan, atau ada hal tertentu yang menjadi perhatiannya.

Akan tetapi, sebagian teman imajiner dapat mencetuskan perilaku yang buruk. Misalnya, jika anak melakukan suatu kesalahan tapi ia mengaku teman imajinernya yang melakukan hal tersebut, maka Anda dapat menegaskan kepadanya bahwa siapa pun yang melakukannya, ia tetap harus bertanggung jawab terhadap kesalahan tersebut. Dengan demikan, anak tidak menjadikan teman imajinernya sebagai kambing hitam dari perbuatannya tanpa perlu menyangkal keberadaan teman imajinernya.

Jadi, selama teman imajiner anak tidak menimbulkan masalah, Anda tidak perlu khawatir. Pada anak, memiliki teman imajiner merupakan suatu hal yang unik dan dapat menggambarkan kreativitasnya. Maka, biarkanlah ia berekspresi bersama teman imajinernya selama tidak menimbulkan perilaku negatif.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar