Sukses

Bahaya Mengonsumsi Daging dan Sirip Hiu

Daging dan sirip hiu menyimpan kadar merkuri yang tinggi, bahkan melebihi hewan laut lainnya.

Klikdokter.com, Jakarta Hidangan berbahan daging dan sirip hiu lekat dengan simbol kemewahan dan kemakmuran. Ada juga yang menganggap kedua bagian ikan hiu tersebut dapat meningkatkan kejantanan hingga memperpanjang umur. Padahal, ini hanyalah mitos belaka.

Menurut Shark Research Institute, proses bioakumulasi menjadikan hiu berbahaya untuk dikonsumsi.

Racun-racun dalam ikan dapat meningkat dan terkonsentrasi melalui rantai makanan. Sebagai spesies terbesar dan terpanjang di laut, hiu menempati posisi tertinggi dalam rantai makanan. Hal ini membuat mereka dapat mengonsumsi racun-racun yang telah terakumulasi di dalam tubuh mangsanya.

Merkuri (Hg) adalah zat berbahaya yang terkandung di dalam tubuh hiu. Hampir semua ikan dan kerang sebenarnya menyimpan jejak merkuri. Tapi beberapa mengandung kadar yang tinggi, seperti hiu.

Paparan terhadap merkuri—bahkan dalam jumlah kecil—dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti dikutip dari situs web Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Efek toksiknya dapat menjalar ke paru-paru, ginjal, kulit, dan mata.

Di samping itu, merkuri juga dapat menjadi ancaman bagi otak dan sistem saraf janin maupun anak-anak. Karena itu, berbagai badan kesehatan dunia melarang wanita hamil untuk mengonsumsi ikan yang tinggi merkuri. Hal yang sama juga berlaku untuk wanita yang berencana untuk hamil dan ibu menyusui.

Sebuah studi yang diterbitkan di Science of the Total Environment pada tahun 2014 menemukan bahwa tingkat monometilmercury (MMHg)—bentuk merkuri yang paling toksik dan mudah menguap—yang tertinggi adalah pada hiu jenis martil. Konsumsi 240 mililiter sup sirip hiu yang mengandung konsentrasi MMHg rata-rata (4,6 ng/mL) akan menghasilkan dosis 1,1 μg MMHg, sekitar 17% lebih banyak dari jumlah yang direkomendasikan Agensi Proteksi Lingkungan Amerika Serikat (EPA).

Selain merkuri, daging dan sirip hiu juga mengandung neurotoxin cynobacterial yang dikenal dengan BMAA. Para peneliti dari Universitas Miami mempelajari klip sirip dari tujuh spesies hiu yang berbeda di Florida Selatan. Hasilnya, BMAA terdeteksi pada sirip semua spesies hiu yang mereka amati.

BMAA sendiri telah lama dikaitkan dengan penyakit neurogeneratif, seperti Alzheimer, Parkinson, dan sklerosis lateral amiotrofik.

Jadi, pikirlah dua kali sebelum Anda mengonsumsi daging dan sirip hiu. Entah itu untuk alasan kesehatan atau sensasi belaka. Mungkin rasanya memang nikmat untuk lidah Anda, tapi bagaimana untuk kesehatan jangka panjang?

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar