Sukses

Oligomenorea, Penyebab Siklus Haid Memanjang

Mengalami siklus haid memanjang atau lebih dari 35 hari? Jangan anggap sepele, waspada oligomenorea.

Klikdokter.com, Jakarta Siklus haid pada setiap wanita berbeda-beda. Biasanya keadaan ini berlangsung selama 20-35 hari, dengan durasi keluarnya darah berlangsung selama 2-8 hari. Namun pada suatu kasus, siklus haid dapat memanjang lebih dari 35 hari. Kondisi ini disebut dengan oligomenorea.

Menurut dr. Dissy Pramudita, oligomenorea merupakan gangguan akibat kadar hormon yang tidak seimbang pada aksis hipotalamus-hipofisis ovarium. Kondisi ini menyebabkan siklus menstruasi memanjang – yakni lebih dari 35 hari – dengan jumlah perdarahan yang sama.

Beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab oligomenorea, di antaranya:

  1. Stres dan depresi
  2. Olahraga berlebihan
  3. Penurunan atau peningkatan berat badan yang berlebihan
  4. Efek samping pil kontrasepsi
  5. Kelainan pada struktur rahim atau serviks
  6. Hormon tiroid yang tidak seimbang
  7. Adanya tumor yang melepaskan hormon estrogen berlebihan
  8. Gangguan indung telur seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).

Penyebab pasti oligomenorea hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut dapat meliputi pemeriksaan siklus haid, pemeriksaan darah, serta pemeriksaan penunjang berupa USG abdomen.

Jika pasien oligomenorea tidak segera berobat, dirinya akan terus-menerus mengalami haid yang memanjang dan tidak teratur. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, keadaan ini dapat menyebabkan gangguan kesuburan dan memicu penyusutan kadar hormon estrogen dari dalam tubuh.

“Oligomenorea yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan defisiensi hormon estrogen. Hal ini nantinya akan memicu gejala penyerta, seperti penyusutan ukuran payudara, vagina kering, dan menurunnya libido,” katanya.

Melihat bahayanya oligomenorea, Anda sebaiknya tidak menganggap remeh siklus haid yang memanjang atau yang terjadi lebih dari 35 hari. Jangan abai, segera periksakan diri ke dokter. Semakin dini dideteksi, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh.

[NB/ RVS]

1 Komentar