Sukses

5 Perubahan Emosi di Masa Kehamilan

Perubahan emosi di masa kehamilan memang kerap terjadi. Bila dibiarkan, hal ini tentu sangat mengganggu.

Klikdokter.com, Jakarta Selama sembilan bulan, suasana hati dan emosi wanita hamil dapat berada di tingkat yang paling positif sekaligus paling negatif. Di masa kehamilan, Anda dapat merasa bahagia karena akan punya bayi. Namun, ketika itu pula dapat muncul perasaan takut lantaran hendak melahirkan dan menjadi ibu.

"Kehamilan adalah transisi besar dalam kehidupan seorang wanita, dan ini melibatkan perpaduan emosi yang kompleks, baik dan buruk," kata Dr. Mary Kimmel, Assistant Professor dan Medical Director, Perinatal Psychiatry Inpatient Unit di University of North Carolina School of Medicine, Carolina Utara, Amerika Serikat. 

Menurut Mary, kehamilan adalah periode waktu yang unik karena sejumlah alasan. “Pada tingkat biologis, hormon estrogen dan progesteron meningkat," katanya. Alhasil, beberapa wanita lebih mudah tersinggung lantaran lebih sensitif terhadap perubahan hormon tersebut.

Berikut ini beberapa perubahan emosi yang umum terjadi pada wanita yang tengah hamil:

  1. Perubahan suasana hati

Kehamilan bisa membuat suasana hati wanita naik turun, bak roller coaster. Pada umumnya, hal ini dapat terjadi di tahap awal dan akhir kehamilan. Mary mengatakan bahwa tidak ada alasan yang jelas tentang fluktuasi suasana hati ini, karena sejumlah perubahan terjadi di tubuh wanita dan semuanya terkait dengan emosi.

Salah satu alasan utama adalah hormon yang membanjir. “Beberapa wanita sensitif terhadap perubahan estrogen, sementara yang lain dipengaruhi oleh peningkatan kadar hormon progesteron,” ujar Mary.

  1. Takut

Ketakutan adalah emosi umum lainnya yang muncul selama kehamilan. Pada trimester pertama, Anda mungkin takut mengalami keguguran atau melakukan hal buruk yang akan memengaruhi kesehatan kandungan Anda. Menjelang akhir kehamilan, Anda mungkin takut akan rasa sakit saat persalinan.

"Ada banyak wanita yang tidak memiliki kontrol selama kehamilan," kata Mary. Memiliki beberapa ketakutan adalah hal normal, tapi jangan lupa untuk segera mengenali dan mengatasinya.

  1. Kecemasan

Kecemasan dan ketakutan kerap berjalan beriringan. Ketakutan terhadap ketidakpastian yang sering terjadi selama kehamilan bisa menyebabkan kecemasan. Emosi ini memang normal terjadi. Mary menjelaskan bahwa pada tingkat biologis, sistem kegelisahan dan ketakutan di otak meningkat selama kehamilan.

Namun, jangan biarkan perasaan itu muncul terus-menerus. Sebab, penelitian menunjukkan bahwa kecemasan seorang ibu selama kehamilan dapat memengaruhi kondisi bayi. Studi pada tahun 2013 menemukan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang memiliki tingkat kecemasan tinggi selama kehamilan, memiliki kekebalan tubuh yang lemah terhadap vaksin pada usia 6 bulan, dibandingkan bayi dari ibu yang lebih santai saat hamil.

  1. Mudah lupa

Beberapa penelitian tentang memori dan perubahan kognitif pada kehamilan dan usai melahirkan telah menunjukkan hasil yang beragam. Beberapa penelitian telah mengemukakan bahwa kognitif dan memori yang melemah mungkin merupakan hasil fluktuasi hormonal. Khususnya, tingkat progesteron yang meningkat. Kurang tidur atau tekanan saat menyesuaikan diri menjadi seorang ibu mungkin juga dapat mejadi faktor yang menyebabkan mudah lupa.

  1. Mudah menangis

Beberapa wanita hamil mungkin mendapati diri mereka menangis saat menyaksikan sebuah tayangan tentang hewan peliharaan yang malang, atau menangis setelah muntah di awal kehamilan. Hal ini mungkin pelepasan dari  perubahan emosi seperti rasa takut, kecemasan, suasana hati yang naik turun, dan lainnya. Kadar hormon yang berfluktuasi juga memberikan kontribusi terhadap hal ini.

Saat hamil, kebanyakan wanita kerap fokus terhadap perubahan fisik, namun sedikit mempertimbangkan perubahan emosi pada diri mereka. Anda mungkin juga demikian. Padahal, kesehatan emosi juga memainkan peranan penting selama masa kehamilan.

Agar Anda bisa menjalani masa kehamilan dengan nyaman, atasilah perubahan emosi dengan tetap tenang dan berpikiran positif. Untuk mengatasi keluhan-keluhan tersebut, Anda juga dapat membicarakannya dengan pasangan. Atau, berkonsultasilah dengan dokter kandungan Anda, untuk mendapat solusi yang tepat dalam menangani perubahan emosi yang Anda rasakan di masa kehamilan.

[RVS]

1 Komentar