Sukses

Kenali Early Childhood Caries, Masalah Gigi pada Anak

Gigi depan anak keropos, hitam, dan geripis? Jangan-jangan anak Anda menderita early childhood caries atau penyakit karies gigi pada anak.

Klikdokter.com, Jakarta Early childhood caries, atau karies gigi pada anak, dikenal juga dengan sebutan lain seperti early childhood tooth decay, baby bottled fed tooth decay, early childhood dental decay, comforter caries, nursing caries, maxillary anterior caries, rampant caries dan lain-lain.

Meski memiliki banyak sebutan, namun semua mengarah pada arti yang sama: penyakit karies gigi pada anak. Penyakit karies ini sifatnya kronis dan menular. Penyebabnya adalah interaksi bakteri Streptococcus mutans dan makanan manis yang melekat pada gigi.

Tanda-tanda karies gigi pada anak salah satunya adalah tampak bercak putih yang terlihat jelas, yang biasanya muncul di perbatasan garis gusi dan gigi. Pada kondisi ini belum terjadi kerusakan pada jaringan keras gigi dan permukaan enamel gigi masih mulus. Namun jika tidak dilakukan perawatan, maka permukaan enamel gigi akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan.

Ada kemungkinan anak Anda mengalami early childhood caries jika terdapat dua kondisi ini. Pertama, terdapat 1 gigi atau lebih yang mengalami karies gigi, baik berlubang atau tidak. Kedua, kehilangan gigi akibat karies atau gigi susu dengan tambalan gigi dari sejak lahir sampai usia 71 bulan atau hampir 6 tahun.

Gigi anak sudah berisiko mengalami  karies gigi sejak gigi pertamanya tumbuh. Oleh karena itu, American Dental Association menganjurkan para orang tua dan pengasuh anak untuk berkonsultasi dengan dokter gigi mengenai hal berikut :

  1. Membuat jadwal pemeriksaan gigi pertama bayi ke dokter gigi. Waktu yang dianjurkan adalah 6 bulan sejak gigi tumbuh dan tidak lebih dari usia 12 bulan.
  2. Mendapatkan edukasi dan informasi mengenai pencegahan karies gigi anak yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan anak tersebut.

Selain itu, para orang tua dan pengasuh anak juga harus mengetahui strategi untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit karies gigi pada anak, yang bisa mulai dilakukan saat sang ibu sedang hamil atau ibu yang baru melahirkan. Lakukan hal-hal ini:

  1. Mengurangi kumpulan bakteri di dalam mulut ibu atau pengasuh, yaitu dengan menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut, melakukan pembersihan karang gigi rutin ke dokter gigi atau bisa dengan berkumur dengan larutan kumur yang mengandung antiseptik Chlorhexidine gluconate. Kandungan tersebut dapat mengurangi perpindahan bakteri dari ibu ke anak.
  2. Meminimalkan perpindahan bakteri dari mulut ibu ke anak dengan menghindari penggunaan bersamaan dari alat makan, minum, hentikan kebiasaan anak yang suka memasukkan tangannya ke mulut ibu, jangan menjilat empeng anak sebelum diberikan ke anak, dan jangan berbagi sikat gigi dengan anak lainnya.
  3. Jika anak sudah terlanjur mengalami karies gigi, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan seperti dengan pemberian fluoride melalui pemakaian pasta gigi, larutan kumur dan varnish fluor yang terbukti dapat mengurangi karies gigi 30% hingga 70% dibanding pemakaian tanpa fluoride. Pemakaian pasta gigi dengan kandungan fluoride adalah cara yang paling mudah. Menurut Douglas et al, bayi usia 6-12 bulan bisa diberikan pasta gigi ber-fluoride sebesar ukuran 1 biji beras.

Sebagai catatan, pada kondisi gigi yang sudah berlubang, cara-cara di atas sudah tak lagi bisa dilakukan. Dibutuhkan perawatan tambahan, yaitu restorasi gigi berupa penambalan gigi. Tambalan gigi akan membentuk gigi menjadi utuh kembali dan kembali berfungsi seperti yang seharusnya.

Pesan untuk para orang tua, early childhood caries yang dibiarkan begitu saja akan menyebabkan gigi menjadi berlubang. Dampaknya akan menggangu kualitas hidup anak. Selain itu, ada juga risiko infeksi pada gigi, pembengkakan, sakit, dan gejala-gejala lainnya. Peduli kesehatan gigi anak mulai dini akan melindunginya dari berbagai ancaman gangguan gigi dan mulut di kemudian hari.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar