Sukses

Begadang di Malam Tahun Baru, Picu Gangguan Kesehatan

Inilah yang terjadi pada tubuh Anda apabila begadang di malam tahun baru.

Klikdokter.com, Jakarta Jelang pergantian tahun 2017 menuju tahun baru 2018, banyak orang yang akan begadang karena tidak ingin melewatkan momen yang hanya terjadi setahun sekali ini. Sebelum berencana untuk begadang semalam suntuk, mari ketahui tentang potensi begadang yang dapat mengganggu kesehatan.

  1. Menyebabkan kegemukan

Kekurangan waktu tidur berdampak pada ketidakseimbangan dua hormon kunci yang mengatur pola makan, yaitu grelin dan leptin. Grelin merupakan hormon yang merangsang tubuh untuk selalu makan, atau juga dikenal sebagai hormon lapar. Sedangkan leptin merupakan penyeimbang grelin, yaitu hormon yang membatasi keinginan untuk makan.

Pada saat begadang, orang cenderung untuk selalu ingin makan. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan hormon grelin seiring penurunan kadar leptin dalam tubuh. Ketidakseimbangan hormon ini bisa menyebabkan kegemukan.

  1. Pembuluh darah tersumbat

Penelitian yang dilakukan di Universitas Chicago, Amerika Serikat, dalam Journal of the American Medical Association, menyebutkan bahwa kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan penumpukan kalsium di dalam pembuluh darah sehingga bisa menyebabkan terbentuknya plak. Plak tersebut dapat sewaktu-waktu lepas dari dinding pembuluh darah, sehingga menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah jantung dan otak.

  1. Gagal jantung

Begadang menyebabkan aktivitas saraf simpatik meningkat. Saraf simpatik, yang fungsinya mempertahankan respon tubuh untuk tetap dalam keadaan tertekan/waspada/siaga, bekerja saat seseorang mengalami stres atau sedang emosional.

Orang yang begadang cenderung mengalami tingkat stres dan emosional yang tinggi, karena ketidakmampuannya menghadapi rangsangan dari luar dengan baik. Meningkatnya aktivitas saraf simpatik ini menyebabkan kontraksi pembuluh darah dan mempercepat detak jantung. Jika hal ini berlangsung terus-menerus maka dapat menyebabkan jantung membengkak, hingga berujung pada terjadinya gagal jantung.

  1. Gangguan kecemasan

Sebuah studi menjelaskan bahwa lebih dari 50 persen orang dewasa yang waktu tidurnya  terbatas memiliki masalah gangguan kecemasan umum. Kondisi ini juga dikenal sebagai generalized anxiety disorder (GAD). Kecemasan atau kegelisahan yang dirasakan ini akibat ketidakmampuan mereka menanggapi rangsangan sosial. Dalam tahap ringan, keluhan ini dapat hilang hanya dengan memperbaiki waktu istirahat.

Untuk itu, demi menjaga kesehatan tetap optimal, mulailah terapkan pola istirahat yang teratur. Kurangi kebiasaan begadang. Usahakan untuk selalu tidur selama 6-8 jam setiap hari, agar keesokan harinya Anda merasa segar dan bugar. Jika waktu tidur selama 6-8 jam belum tercapai, mungkin ini bisa Anda masukkan ke daftar resolusi tahun baru Anda.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar