Sukses

3 Cedera yang Sering Terjadi pada Olahraga Bela Diri

Setiap olahraga pasti memiliki risiko cedera, terutama olahraga dengan kontak fisik intens seperti olahraga bela diri.

Klikdokter.com, Jakarta Olahraga bela diri dikenal dapat menyebabkan berbagai macam cedera. Hal ini dikarenakan sifat alami olahraga tersebut yang mengharuskan kontak fisik penuh (full body contact) dan membutuhkan banyak pergerakan.

Cedera yang mungkin terjadi pada olahraga bela diri bisa bermacam-macam. Salah satu di antaranya adalah cedera overuse yang disebabkan karena ketegangan secara terus-menerus pada suatu bagian tubuh, sehingga bagian tersebut rusak dan mulai terasa sakit. Selain itu cedera lain yang biasa terjadi adalah keseleo, cedera otot, dislokasi sendi, hingga patah tulang.

Berikut ini merupakan tiga jenis cedera yang paling sering terjadi pada olahraga bela diri:

  1. Cedera kepala (gegar otak)

Pada tingkat kompetisi, cedera kepala merupakan cedera yang paling sering ditemukan pada hampir seluruh jenis olahraga bela diri. Pada olahraga mixed martial arts (MMA), sekitar 75% cedera terjadi pada bagian kepala dan leher, dan cedera kepala yang sering terjadi adalah gegar otak. Gegar otak sendiri ditandai dengan rasa pusing, mual, gangguan konsentrasi dan keseimbangan, dan bisa disertai dengan gangguan memori. Cedera ini paling sering terjadi karena kepala merupakan bagian yang paling sering mendapatkan benturan dibandingkan dengan anggota tubuh lainnya.

  1. Cedera ligamen pergelangan tangan

Sendi pergelangan tangan merupakan salah satu sendi yang paling sering digunakan, sekaligus sendi yang paling banyak bergerak. Pada olahraga bela diri, banyak sekali gerakan-gerakan seperti memukul, menendang, hingga gerakan untuk mengantisipasi lawan. Semua gerakan tersebut memerlukan tenaga yang besar. Saat melakukan gerakan-gerakan tersebut itulah cedera sering terjadi. Ketika seseorang salah memukul atau menangkis serangan lawan, sama halnya dengan keseleo, ligamen pada pergelangan tangan bisa robek dan akan menyebabkan nyeri.

  1. Cedera bahu

Selain sendi pergelangan tangan, sendi bahu juga merupakan sendi yang banyak digunakan. Dua jenis cedera bahu yang paling sering terjadi adalah impingement syndrome, yaitu suatu kumpulan gejala nyeri bahu yang timbul akibat adanya jepitan atau penekanan pada tendon atau bantalan sendi di sendi bahu bagian atas,  dan  dislokasi, yaitu pergeseran sendi dari lokasi asalnya. Cedera dislokasi biasanya sering dialami atlet olahraga jiu-jitsu Brazil, MMA, dan judo.

Tiga jenis cedera yang disebutkan di atas lebih sering terjadi pada tingkat kompetisi, dan sangat jarang ditemukan pada tingkat rekreasi. Biasanya, pada tingkat rekreasi cedera overuse sering ditemui. Cedera ini biasanya berhubungan dengan beratnya beban latihan, istirahat yang kurang, perawatan cedera sebelumnya yang kurang tepat, serta persiapan dalam pertandingan (seperti warming up, stretching dan cooling down) yang kurang maksimal dan efektif. Cedera yang dapat berakibat fatal seperti dislokasi dan gegar otak jarang ditemui di tingkat ini.

Ya, olahraga bela diri memang terdengar (dan terlihat) penuh risiko akan terjadinya cedera, namun bukan berarti kemungkinan terhadap terjadinya cedera tak dapat dihindari. Yang penting adalah selalu cek kondisi tubuh sebelum berolahraga, memulai dari yang ringan, gunakan perlengkapan yang tepat, serta cukup minum supaya otot tidak mudah keram. Jika mengalami cedera, jangan ragu untuk menemui dokter untuk mendapatkan perawatan yang memadai. Selamat berlatih!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar