Sukses

Trauma di Masa Kecil Pengaruhi Perkembangan Otak

Perkembangan otak seseorang dapat dipengaruhi oleh trauma di masa kecil.

Klikdokter.com, Jakarta Gangguan stres pascatrauma (PTSD) – termasuk trauma di masa kecil – dapat memengaruhi perkembangan otak remaja pria dan wanita secara berbeda. Inilah hasil sebuah studi dari Stanford University School of Medicine dan Early Life Stress and Pediatric Anxiety Program.

PTSD merupakan kondisi kejiwaan yang dipicu oleh kejadian tragis yang pernah dialami. Pada penelitian tersebut, dampak PTSD pada pria dan wanita ternyata berlangsung secara berbeda.

Penelitian tersebut menemukan bahwa volume dan luas permukaan insula antara pria dan wanita tergantung dari tekanan traumatis yang dirasakannya. Insula adalah bagian dari korteks serebral yang memainkan peran kunci dalam regulasi emosi dan kesadaran.

Anak laki-laki dengan trauma memiliki volume insula dan luas permukaan yang lebih besar. Sementara itu, anak perempuan dengan trauma memiliki volume insula dan luas permukaan yang lebih kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa trauma tidak hanya berdampak pada perkembangan otak, tetapi juga pada perkembangan anak laki-laki dan perempuan secara berbeda.

Dalam studi yang sama, para ahli mengatakan bahwa tidak semua orang yang mengalami trauma akan terdiagnosis PTSD. Meski demikian, orang yang mengalami trauma lebih rentan untuk terkena PTSD. Bahkan perubahan pada insula setelah trauma tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan PTSD, tetapi juga penanganannya.

Selain itu, PTSD umumnya lebih banyak memengaruhi wanita ketimbang pria. Namun untuk hal ini, masih dibutuhkan penelitian untuk menyelidiki alasannya.

Pada sebagian besar kasus PTSD, gejala trauma dapat membaik setelah beberapa minggu tanpa penanganan khusus. Namun, lain halnya bagi pasien dengan gejala yang bertambah parah. Pasien-pasien tersebut membutuhkan langkah penanganan lebih lanjut, yakni dengan kombinasi terapi psikologis dan pemberian obat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar