Sukses

Kenali Bahaya Luka Dalam bagi Kesehatan

Karena luka dalam memiliki risiko berbahaya bagi kesehatan, maka jangan sembarangan merawatnya!

Klikdokter.com, Jakarta Siapa yang tidak pernah mengalami luka? Ada beberapa macam luka, mulai dari luka kecil, luka, besar, luka luar, dan luka dalam. Luka sering dianggap remeh sehingga banyak orang memilih untuk mengobatinya sendiri. Jika lukanya kecil atau terbilang ringan memang dapat diobati di rumah. Namun jika luka yang diderita dalam, Anda harus hati-hati karena mungkin dibutuhkan perawatan khusus oleh tenaga medis.

Luka dalam secara teknis diartikan sebagai luka yang kedalamannya lebih dari 1/4 inci atau 0,64 cm di bawah permukaan kulit. Pada kedalaman tersebut, luka tidak hanya memengaruhi kulit namun juga dapat melukai ligamen, pembuluh darah, tendon, bahkan organ di bawahnya. Luka dalam biasanya terjadi akibat terkena sayat atau tusuk.

Luka dalam dapat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan perdarahan, risiko benda asing tertinggal dalam luka dan juga infeksi. Perdarahan kecil mungkin tidak terlalu berbahaya, namun jika perdarahan banyak dan terjadi secara terus-menerus, maka dapat berakibat fatal dan membahayakan jiwa.

Mengendalikan perdarahan merupakan kunci penting. Jika Anda mengalami luka, apalagi yang banyak perdarahannya, tekan lembut pada permukaan luka untuk membantu menghentikan perdarahan. Pada beberapa kasus, luka mungkin saja membutuhkan jahitan untuk menghentikan perdarahan.

Luka sayat atau tusukan biasanya disebabkan oleh alat yang memiliki kotoran atau bahan kimia lainnya seperti paku berkarat, potongan kaca atau sejenisnya. Inilah yang menjadikan luka dalam berisiko tinggi jika ada benda asing yang tertinggal pada luka, sehingga memungkinkan seseorang mengalami tetanus, bahkan sepsis.

Luka dalam dan kotor sangat berisiko terinfeksi bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini memproduksi racun yang menyerang saraf dan dapat menyebabkan penyakit tetanus atau kejang otot. Gejala tetanus meliputi sakit kepala, sulit membuka mulut, sulit menelan, kaku pada leher, punggung, dan bahu. Jika dibiarkan, tetanus dapat berakibat fatal.

Selain tetanus, infeksi pada luka dalam juga dapat menyebar dan memburuk menjadi sepsis. Sepsis, atau juga disebut septikemia, adalah infeksi yang sudah menyebar ke seluruh tubuh melalui darah. Komplikasi ini juga dapat mengancam nyawa.

Jika Anda memiliki luka dalam, pastikan Anda mendapat perawatan memadai dari tenaga medis. Luka dalam tersebut akan diperiksa, dibilas dan dibersihkan. Setelah luka dibersihkan dan perdarahan berhenti, luka akan ditutup. Jika luka kotor, riwayat vaksin tetanus akan dinilai oleh dokter.

Jika pasien tidak ingat tentang tentang riwayat imunisasinya atau sudah lebih dari 5 tahun, dokter akan memberikan vaksin tetanus. Pasien juga mungkin diberikan antibiotik lokal berupa salep atau oral, yang tergantung dari karakteristik luka dan penilaian dokter.

Nah, melihat besarnya pengaruh kondisi luka terhadap kesehatan, jangan pernah meremehkan luka, terlebih lagi luka dalam. Jika manajemen perawatan luka yang Anda alami tidak memadai, bukan tidak mungkin akan berakibat fatal.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar