Sukses

Kapan Anak Bisa Mulai Belajar Calistung?

Tak semua anak mampu belajar calistung pada usia yang sama. Kenali tanda anak Anda siap belajar calistung.

Klikdokter.com, Jakarta Orang tua mana yang tak bangga bila anaknya sudah bisa calistung? Ya, membaca, menulis, menghitung merupakan salah satu tonggak perkembangan anak yang dinanti-nantikan oleh para orang tua. Tak heran, orang tua sangat bersemangat mendorong buah hatinya belajar calistung, bahkan sebagian mengursuskan anaknya agar menjadi cepat piawai.

Hal itu tidak salah. Namun, orang tua harus tahu kapan saat yang tepat untuk mengajari anak kemampuan ini. Karena bila dilakukan terlalu dini, justru proses belajar ini dapat membuat orang tua dan anak menjadi stres dan tak menghasilkan apa-apa.

Usia belajar yang tepat bagi anak

Untuk dapat belajar membaca, menulis, dan menghitung, ada kemampuan dasar yang harus dimiliki anak. Misalnya sebelum anak diajarkan memegang pensil, ia tentu harus mampu menjumput benda-benda kecil menggunakan tangannya dengan baik. Sebelum berlatih menulis huruf dan angka, anak harus mampu membuat garis lurus dan lengkung dengan kekuatan tangan yang cukup.

Sebelum mampu membaca, ia harus mampu mengucapkan kata dengan jelas dan memahami maknanya. Sebelum mampu melakukan penjumlahan atau pengurangan, ia harus mengerti konsep benda dan angka terlebih dahulu.

Secara umum, bila perkembangan anak normal, semua kemampuan ini akan dimiliki anak secara baik pada saat ia telah berusia 6 tahun. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia tidak memasukkan calistung di dalam kurikulum pendidikan anak usia dini, melainkan baru menjadi bahan pembelajaran ketika anak menginjak sekolah dasar, yaitu saat ia berusia 7 tahun. Jadi saat anak berusia 7 tahun, umumnya ia siap untuk belajar calistung.

Namun demikian, ada pula anak-anak yang memiliki perkembangan lebih cepat dari usianya. Bila ini yang terjadi, orang tua bisa saja memperkenalkan calistung lebih dini, tetapi dengan cara yang menyenangkan.

1 dari 2 halaman

Tanda-tanda anak siap belajar calistung

Kesiapan anak belajar calistung biasanya tak terjadi bersamaan. Ada anak yang lebih suka dan siap untuk belajar berhitung dahulu. Ada pula yang lebih tertarik dengan membaca dahulu. Kesiapan menulis biasanya terjadi menyusul kemampuannya membaca.

Tanda-tanda anak siap belajar membaca, antara lain:

  • Anak menunjukkan ketertarikan dengan kemampuan membaca. Misalnya saat bermain, ia berpura-pura membaca buku atau menulis di kertas.
  • Saat orang tua membacakan buku cerita, anak terlihat antusias.
  • Anak mampu menceritakan suatu hal yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.
  • Anak membuka buku dari kiri ke kanan.
  • Anak membuat garis atau coret-coretan dari kiri ke kanan.
  • Anak tertarik dengan huruf dan kata. Misalnya ia bertanya pada orang tua, “Ini cara bacanya bagaimana?”
  • Anak tertarik konsep fonetik. Misalnya kata “apel” dimulai dengan suara “a”; kata “mama” dimulai dengan suara “mmm”.

Tanda-tanda anak siap belajar berhitung, antara lain:

  • Anak mengerti konsep angka dan benda. Misalnya ada satu balok, maka ia mengerti jumlahnya satu. Saat ditambahkan menjadi dua balok, ia memahami kalau jumlahnya berubah.
  • Anak dapat menghitung objek yang jumlahnya 1–3 dengan benar.
  • Anak dapat menyebutkan angka 1–10 dengan urutan yang baik.
  • Anak mengerti konsep jumlah dan ukuran, seperti mana yang lebih besar dan lebih kecil, mana yang lebih banyak dan lebih sedikit, mana yang lebih tinggi dan lebih rendah.

Jadi, jangan memaksa anak belajar calistung sebelum usianya 7 tahun. Namun, bila ia telah menunjukkan tanda kesiapan sebelum usia tersebut, kenalkan calistung dengan cara menyenangkan, ya!

[RS/ RVS]

2 Komentar