Sukses

Inilah 3 Jenis Minyak Sehat untuk Memasak

Ganti minyak goreng Anda dengan minyak sehat berikut ini untuk menyajikan makanan lezat di rumah.

Klikdokter.com, Jakarta Saat mendengar kata ‘minyak goreng’, apa yang tercetus dalam benak Anda? Sebagian besar dari Anda mungkin akan memikirkan minyak kelapa sawit atau minyak zaitun. Namun ketahuilah, sebenarnya terdapat berbagai jenis minyak sehat yang dapat Anda gunakan untuk memasak, sebagai pengganti minyak goreng yang saat ini Anda gunakan.

Dalam berbagai media dan berita, masyarakat kerap dianjurkan untuk menghindari konsumsi makanan berminyak agar lebih sehat. Anjuran ini dapat dikatakan tak sepenuhnya benar. Sebab pada menu diet sehat, Anda justru dianjurkan untuk mengikutsertakan komponen minyak untuk memenuhi kebutukan asam lemak esensial tubuh.

Hal ini dikarenakan tubuh tidak dapat memproduksi sendiri asam lemak tersebut, sehingga kebutuhan ini harus dipenuhi lewat makanan. Terdapat dua jenis asam lemak esensial yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu linoleic acid dan alpha-linoleic acid yang keduanya merupakan bentuk asam lemak tak jenuh ganda.

Meskipun demikian, di pasaran terdapat tiga jenis minyak memasak dengan bentuk asam lemak yang berbeda-beda, yakni minyak dengan lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda, dan lemak jenuh.

Secara sederhana, dalam memilih minyak terbaik untuk kesehatan, hindarilah memilih minyak dengan kandungan lemak jenuh. Pilihlah minyak yang didominasi oleh kandungan lemak tak jenuh, baik tunggal maupun ganda.

Berikut ini beberapa jenis minyak memasak yang dapat Anda gunakan, terutama saat menjalankan diet sehat:

  • Minyak kanola

Minyak kanola mengandung 62% lemak tak jenuh tunggal dan 32% lemak tak jenuh ganda. Minyak ini juga memiliki kandungan lemak jenuh terendah dibandingkan dengan minyak lainnya. Minyak ini baik digunakan bagi Anda yang ingin menjalankan diet sehat.

Sebuah penelitian pada tahun 2013 yang diterbitkan oleh jurnal Nutrition Reviews menemukan bahwa minyak kanola terbukti mampu membantu menurunkan kadar total kolesterol darah dan kadar LDL (low-density lipoprotein), yang berkhasiat menurunkan risiko penyakit jantung.

  • Minyak biji anggur

Minyak serbaguna ini merupakan minyak favorit yang banyak digunakan oleh koki terkenal dan penggemar makanan di dunia. Minyak biji anggur mengandung 71% lemak tak jenuh ganda. Minyak ini memiliki rasa yang ringan, sehingga tidak merusak rasa masakan.

Karena rasanya, minyak biji anggur juga tak hanya dapat digunakan untuk menggoreng dan menumis namun juga sebagai dressing pada salad jika Anda sedang menjalani diet sehat.

  • Minyak zaitun

Tentu Anda sudah sering mendengar tentang minyak zaitun. Minyak ini memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal yang paling tinggi dibandingkan minyak masakan umum lainnya, yaitu sebesar 77%. Minyak zaitun juga kaya akan polifenol yang merupakan antioksidan dengan berbagai manfaat bagi kesehatan.

Terdapat beberapa jenis minyak zaitun di pasaran, di antaranya adalah minyak zaitun extra-virgin yang berarti hanya melalui satu kali pemrosesan dan minyak zaitun murni. Namun, perlu diperhatikan bahwa tak semua jenis minyak zaitun cocok untuk memasak.

Untuk memasak, hindari menggunakan minyak zaitun extra-virgin, karena jenis ini tidak mampu bertahan di suhu yang tinggi dan cepat hangus jika dipanaskan. Untuk menggoreng dan menumis, gunakan minyak zaitun murni. Minyak zaitun extra-virgin dapat Anda gunakan sebagai bahan saus atau salad-dressing.

Gaya hidup sehat bukan berarti harus menghilangkan makanan yang digoreng dari daftar makanan kesukaan. Anda bisa berkreasi dengan mengganti bahan makanan dengan bahan serupa yang tentunya lebih sehat, contohnya minyak sehat untuk memasak.

Nah, kini Anda telah memiliki berbagai pilihan minyak sehat sebagai pengganti minyak goreng. Meskipun demikian, perlu Anda ingat bahwa jumlah minyak yang dianjurkan untuk dikonsumsi orang dewasa dalam sehari tidaklah lebih dari 2 sendok teh.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar