Sukses

5 Penyebab Cacingan yang Tak Disadari pada Anak

Penyakit cacingan sering dialami oleh balita dan anak-anak. Apa pemicunya?

Klikdokter.com, Jakarta Cacingan merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak-anak. Kondisi kesehatan ini tak boleh dianggap remeh karena dapat menyebabkan turunnya prestasi anak di sekolah. Anak juga akan tampak lemas, sering mengantuk, dan pucat pasi karenanya.

Hal ini dapat terjadi karena cacing akan menyerap nutrisi yang harusnya dilakukan oleh usus. Selain itu, cacing tersebut juga dapat menyebabkan anemia akibat perdarahan kronis pada saluran cerna. Cacing gelang, cacing pita, dan cacing kremi adalah beberapa jenis cacing yang kerap menyerang anak-anak.

Namun sebenarnya, cacingan tidak lepas dengan kebiasaan anak. Tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan anak yang dapat menyebabkannya mudah cacingan. Apa saja itu?

  1. Tidak mencuci tangan sebelum makan

Tidak hanya kuman seperti bakteri dan virus yang dapat masuk ke dalam tubuh jika anak makan tanpa mencuci tangan. Ternyata, telur-telur cacing yang hinggap di tangan anak juga dapat masuk bersama makanan yang dimakan olehnya. Cacing gelang dan cacing kremi merupakan dua jenis cacing yang dapat ditularkan dari tangan yang kotor.

Apalagi jika kuku anak panjang dan kotor, kemungkinan telur cacing bersembunyi di balik kuku yang kotor juga akan lebih tinggi. Oleh karena itu, ajarkan kepada anak untuk mencuci tangan sebelum makan serta menjaga kebersihan kuku.

  1. Jajan sembarangan

Jajan sembarangan berisiko menyebabkan anak cacingan, apalagi jika anak menyantap makanan di pinggir jalan yang terbuka. Debu dan lalat yang hinggap di makanan juga dapat membawa telur cacing. Belum lagi tangan para penjual makanan yang kadang tidak bersih saat mengambil makanan.

Itulah sebabnya jangan biasakan anak jajan di luar. Bawalah makanan dari rumah yang terjaga kebersihannya. Jika ingin jajan di luar, pilihlah tempat jajan yang bersih, tidak banyak lalat dan debu, serta penjual yang menggunakan sarung tangan atau mengambil makanan dengan alat seperti sendok atau pencapit makanan.

  1. Bermain tanah dan tidak memakai alas kaki

Beberapa jenis cacing, misalnya cacing tambang, dapat menular ke dalam tubuh anak dari larva cacing yang masuk melalui kulit. Larva cacing tambang banyak terdapat di tanah. Itu sebabnya, kebiasaan bermain tanah atau tidak memakai alas kaki saat keluar rumah dapat menyebabkan anak tertular cacing tambang.

Cacing tambang ini dapat mengakibatkan anemia karena ia mengisap darah di dalam usus. Untuk itu, ajaklah anak untuk selalu membersihkan tangan dan kakinya setelah beraktivitas di luar rumah. Biasakan juga anak untuk memakai alas kaki saat keluar rumah.

  1. Mengonsumsi daging yang belum cukup matang

Memakan daging yang belum cukup matang juga dapat menyebabkan cacingan pada anak. Mengapa? Jawabannya adalah karena ada beberapa jenis cacing, salah satunya cacing pita, yang ditularkan melalui daging yang kurang matang.

Kista cacing pita dapat hinggap di dalam daging sapi dan babi. Jika tidak dimasak matang, kista tersebut akan masuk dan menetas di dalam usus anak. Karena itu, pastikan Anda memasak daging dengan tingkat kematangan yang cukup di rumah agar terhindar dari infeksi cacing pita.

  1. Bermain di perairan atau danau yang kotor

Cacing hati dan cacing kandung kemih memiliki siklus hidup di danau atau perairan kotor. Fase larva cacing ini berada di air. Saat anak berendam dalam air yang terkontaminasi larva cacing hati atau cacing kandung kemih, larva cacing tersebut dapat masuk ke tubuhnya melalui kulit.

Untuk itu, hindari anak untuk bermain di perairan atau danau yang kotor. Jika anak mandi di perairan atau danau, segera bilas badannya dengan air bersih setelah bermain.

Nah, kini Anda telah mengetahui lima kebiasaan yang dapat menyebabkan anak cacingan. Hindarilah hal-hal tersebut agar si Kecil kesayangan terhindar dari cacingan.

[RS/ RVS]

 

0 Komentar

Belum ada komentar