Sukses

Fakta di Balik Mitos Populer Seputar Cacar Air

Tidak sedikit mitos tentang cacar air yang beredar di tengah masyarakat. Ini fakta medis yang sebenarnya.

Klikdokter.com, Jakarta Cacar air merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Kondisi ini lebih sering menyerang mereka yang memiliki kekebalan tubuh rendah seperti anak-anak.

Ketenaran cacar air membuat penyakit ini diselimuti banyak anggapan yang tidak sesuai dengan fakta medis. Berikut ini beberapa mitos cacar air, beserta fakta medis yang sebenarnya:

  1. Cacar air hanya terjadi sekali seumur hidup

Mitos. Pada kebanyakan kasus, cacar air memang umumnya hanya terjadi satu kali. Ini karena setelah mengalaminya, seseorang akan memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.

Namun demikian, ada pula sebagian kecil orang yang dapat mengalami cacar air lebih dari sekali. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu menjaga kesehatan, agar kekebalan tubuh tetap prima. Selain itu, menjaga kebersihan seperti mencuci tangan serta menutup mulut dan hidung ketika bersin juga dapat menurunkan risiko terkena cacar air berulang.

  1. Sudah pernah cacar air, maka tidak akan terkena cacar ular

Mitos. Cacar ular, atau dalam bahasa medis disebut dengan herpes zoster, merupakan penyakit kulit yang juga disebabkan oleh virus penyebab cacar air.

Meski disebabkan oleh virus yang sama, bukan berarti seseorang akan kebal terhadap cacar ular saat dirinya sudah pernah terkena cacar air. Justru mereka yang sudah pernah terkena cacar air berisiko untuk terkena cacar ular di kemudian hari, jika kekebalan tubuhnya sedang rendah atau sudah menginjak usia lanjut.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Cacar air sama sekali tidak berbahaya

Mitos. Memang, pada umumnya anak yang menderita cacar air jarang mengalami keluhan yang serius selain demam dan gatal-gatal. Namun pada orang dewasa atau anak dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, cacar air dapat memberikan gejala yang lebih berat, atau bahkan menimbulkan komplikasi.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi, misalnya infeksi telinga dan paru-paru, serta peradangan pada otot jantung, ginjal, hati, maupun sendi.

  1. Penderita cacar air dilarang mandi

Mitos. Meski terkena cacar air, usahakan untuk tetap mandi. Jika penderita mengalami demam tinggi atau terlalu lemas untuk berjalan, mandi dapat ditunda. Ingat, hanya ditunda, bukan tidak mandi sama sekali.

Ketika mandi, gunakanlah sabun berbahan lembut. Pastikan pula untuk tidak menggosok tubuh terlalu kuat, agar lenting akibat cacar air tidak pecah dan menimbulkan bekas luka.

  1. Cacar air tidak dapat dicegah

Mitos. Sekarang telah tersedia vaksin untuk cacar air. Meski bukan termasuk ke dalam imunisasi wajib, tidak ada salahnya bagi Anda bila ingin membawa anak untuk mendapatkan vaksinasi cacar air saat usianya 12 bulan.

Itulah fakta di balik mitos populer seputar cacar air yang beredar di sekeliling Anda. Semoga Anda bisa lebih bijaksana dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, agar tidak terjerumus pada hal-hal yang menyesatkan.

[NB/ RVS]

1 Komentar