Sukses

Kulit si Kecil seperti Disundut Rokok? Hati-hati, Cacar Api!

Cacar api yang sering diderita anak adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Kenali tanda-tanda dan pencegahannya.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang tua akan khawatir jika terjadi sesuatu pada anaknya. Ketika pada salah satu bagian tubuh anaknya terdapat luka yang tampak melenting seperti disundut rokok, orang tua biasanya langsung menganggap ada orang melakukan hal yang tidak-tidak pada anaknya. Padahal, bisa jadi luka tersebut adalah cacar api.

Cacar api atau dalam bahasa medis disebut impetigo bullosa adalah kelainan kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcuss aureus. Kelainan kulit ini berupa kulit melenting yang dalamnya berisi cairan bening. Biasanya mengenai anak dibandingkan dengan dewasa. Anak akan merasakan kulit seperti terbakar.

Lentingan atau bula cacar api memiliki dinding yang tipis, sehingga akan mudah pecah dengan sedikit gesekan. Apabila pecah dan cairannya terkena kulit sehat, maka kulit dapat ikut terinfeksi bakteri yang ada. Jadi, jaga kebersihan kulit sekitar lentingan untuk mencegah timbulnya gejala di tempat yang lain.

Karena mudahnya infeksi berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya, maka sangat penting untuk mengetahui cara agar anak Anda terhindar dari penyakit cacar api ini. Berikut ini adalah kiatnya:

  1. Jaga kebersihan luka sekitar lentingan atau lepuhan yang ada. Hati-hati jika kulit yang melepuh mulai pecah. Segera bersihkan, sehingga tidak menimbulkan infeksi di kulit yang sehat.
  2. Jauhkan anak Anda dari sumber infeksi.
  3. Jangan bergantian handuk atau apapun yang dapat menyebabkan bakteri berpindah tempat.
  4. Cuci tangan saat akan makan atau setelah beraktivitas.
  5. Bawa segera ke dokter jika infeksi telah mengenai anak Anda dengan gejala yang telah disebutkan.

Terapi yang biasa diberikan oleh dokter adalah pemberian antibiotik yang sesuai dengan bakteri penyebab, yaitu bakteri gram positif. Jangan memberikan terapi sendiri di rumah dengan mengonsumsi obat tanpa petunjuk dokter, karena akan menyebabkan resistensi obat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar