Sukses

Mengenal Hidrops Fetalis dan Penanganannya

Apa itu hidrops fetalis, berbahayakah? Bagaimana penanganannya? Simak secara lengkap di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Pernah mendengar atau membaca tentang hidrops fetalis? Istilah ini mungkin masih terasa asing bagi Anda dan masyarakat kebanyakan, namun ketahuilah bahwa gangguan ini merupakan gangguan serius pada janin yang sebaiknya Anda ketahui.

Beberapa waktu silam, media digegerkan oleh kisah viral seorang ibu dari Filipina yang kala itu tengah hamil dan akan segera melahirkan. Merasa kehamilannya baik-baik saja, ternyata saat ia melahirkan, sang anak mengalami bengkak di bagian perut serta gangguan pada mata. Dokter menyatakan bahwa bayi tersebut mengalami hidrops fetalis.

Apa itu hidrops fetalisHidrops fetalis adalah kondisi di mana terdapat penumpukan cairan di tubuh janin yang menyebabkan tubuh janin membengkak. Pada hidrops fetalis, pembengkakan terjadi pada dua atau lebih bagian tubuh janin, misalnya di kulit, rongga perut, selaput paru atau selaput jantung.

Secara sederhana, penyebab hidrops fetalis pada janin adalah adanya ketidakseimbangan antara produksi cairan di ruang jaringan antar sel dengan pembuangannya. Hal ini menyebabkan adanya penumpukan cairan yang tidak normal di ruang-ruang tubuh tertentu.

Penanganan hidrops fetalisMeski kerap kali hidrops fetalis dapat dideteksi sejak masih dalam kandungan melalui pemeriksaan USG, penanganannya masih menjadi tantangan bagi dunia medis, terlebih dengan angka kematian yang terbilang tinggi dan opsi pengobatan yang terbatas.

Jika janin ditemukan mengalami hidrops fetalis saat pemeriksaan kehamilan, sang ibu sebaiknya segera dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang memadai. Penyebab terjadinya hidrops fetalis sebisa mungkin harus ditemukan, agar memudahkan penanganan saat bayi telah dilahirkan.

Untuk tindakan medis, terdapat beberapa opsi yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan kondisi janin. Tindakan medis yang dilakukan saat janin masih berada di dalam perut atau setelah dilahirkan, sangat bergantung pada penyebab dan hasil dari pemeriksaan penunjang, yang telah dilakukan terjadap ibu dan janin.

Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah mengurangi jumlah cairan dengan mengeluarkannya saat janin masih berada di dalam kandungan. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan perkembangan dan pertumbuhan janin selama masa kehamilan, dan mengurangi risiko keguguran.

Jika janin berhasil dilahirkan, penanganan setelah kelahirannya pun perlu perhatian khusus. Bayi dengan hidrops fetalis sering kali membutuhkan transfusi dan menderita gangguan perkembangan paru-paru, sehingga penanganannya perlu disiapkan saat proses kelahiran.

Salah satu penyebab terjadinya hidrops fetalis adalah infeksi TORCH (toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes) yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kehamilan. Infeksi ini dapat dicegah dengan vaksinasi. Karena itu, jika Anda sedang merencanakan kehamilan, pastikan untuk melakukan pemeriksaan dan vaksinasi sesuai dengan anjuran dokter.

[RN/ RVS]

1 Komentar