Sukses

Kenali 5 Tanda Wanita dalam Masa Subur

Sudah menikah dan ingin segera hamil? Mari kenali tanda-tanda wanita sedang dalam masa subur.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian pasangan ingin segera memiliki keturunan setelah menikah. Akan tetapi, tak sedikit yang gagal karena kurang memahami bahwa hanya ada satu kesempatan di mana seorang wanita benar-benar bisa hamil. Itulah masa dimana wanita sedang berada dalam masa subur.

Masa subur adalah waktu ketika seorang wanita mengalami ovulasi, yaitu proses pelepasan sel telur yang sudah matang dari ovarium. Masa ini berlangsung selama 6 hari, yaitu 2 hari sebelum ovulasi hingga 3 hari setelah ovulasi.

Agar terjadi kehamilan, sel telur harus dibuahi oleh sel sperma. Sel telur ini hanya dapat bertahan selama 12-24 jam setelah dilepaskan, sedangkan sperma dapat hidup di dalam organ reproduksi wanita hingga 5 hari setelah berhubungan intim.

Bila waktu dimulainya haid terakhir dianggap hari pertama, maka wanita dengan siklus haid rata-rata 28 hari akan berovulasi kurang lebih hari ke-14 atau 2 minggu sebelum haid berikutnya. Bila siklus haid Anda rata-rata 30 hari, ovulasi biasanya terjadi di hari ke-16. Secara umum, ovulasi terjadi antara hari ke-10 hingga hari ke-16 atau pada pertengahan siklus haid. Bagi Anda yang memiliki siklus haid teratur panjang dan titik tengah siklus dapat ditentukan dengan bantuan kalender.

Lantas, apa tanda-tanda wanita yang sedang mengalami masa subur?

1 dari 2 halaman

Ciri-ciri Masa Subur Wanita

  1. Suhu tubuh meningkat

Di masa subur, suhu tubuh dapat meningkat sekitar 1oC. Untuk mendapatkan pengukuran yang tepat, Anda harus cermat dalam mengamati perubahan pola suhu tubuh. Agar akurat, suhu tubuh diukur pada pagi hari, segera setelah Anda bangun tidur. Segera catat untuk mengetahui rerata suhu tubuh harian Anda dan kapan peningkatan suhu terjadi. Waktu yang paling subur ialah 2 sampai 3 hari sebelum suhu tubuh Anda meningkat.

  1. Perubahan pada lendir serviks

Sebelum ovulasi, akan muncul “keputihan” yang sebenarnya merupakan lendir serviks. Lendir ini lebih encer, lebih jernih, dan licin. Kurang lebih warna dan konsistensinya serupa dengan putih telur yang masih mentah. Lendir tersebut sangat elastis dalam arti dapat memanjang saat ditarik dan tidak putus. Setelah ovulasi, jumlah lendir serviks menurun, konsistensinya pun menjadi lebih kental dan keruh. Waktu saat lendir serviks paling banyak keluar, di situlah ovulasi sedang terjadi.

  1. Kram ringan atau nyeri perut bawah hanya di satu sisi

Kram perut ringan bisa muncul saat ovulasi. Rasanya mirip dengan kram perut saat haid, akan tetapi tidak ada darah yang keluar. Kalaupun ada, hanya berupa bercak (spotting) yang berlangsung singkat. Kram ini hanya terjadi di satu sisi karena ovulasi hanya terjadi pada satu ovarium di setiap siklus haid. Perlu diketahui juga bahwa tidak semua wanita mengalami fenomena yang disebut dengan mittelschmerz ini.

 

  1. Nyeri payudara

Beberapa hari sebelum hingga hari ovulasi, payudara dapat terasa nyeri. Nyeri payudara ini serupa dengan nyeri payudara saat haid, hanya saja tidak diikuti dengan keluarnya darah haid.

  1. Gairah seksual meningkat

Sebagian besar wanita mengalami peningkatan gairah seksual mendekati waktu ovulasi. Hal ini sangat baik karena terjadi di waktu Anda sedang subur-suburnya. Peningkatan gairah seksual disertai dengan adanya ovulasi membuat peluang hamil sangat tinggi bila Anda berhubungan intim di waktu-waktu ini.

Menentukan kapan waktu Anda berovulasi dan memperhatikan tanda-tanda masa subur kadang sulit pada awalnya. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman, Anda akan dengan mudah mengenali tanda-tanda ini. Memahami masa subur akan membantu Anda dalam merencanakan maupun menunda kehamilan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar