Sukses

Menstruasi Tidak Teratur Bisa Berujung Tuberkulosis?

Banyak dampak yang dapat ditimbulkan dari menstruasi tidak teratur. Apakah tuberkulosis salah satunya?

Klikdokter.com, Jakarta Tuberkulosis, atau biasa disingkat dengan TB, adalah penyakit paru kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini sangat menular, dan biasanya menyerang paru-paru. Lalu, apa hubungannya dengan menstruasi tidak teratur?

Sebelumnya perlu diketahui bahwa tuberkulosis termasuk penyakit yang bisa mengenai semua umur. Tanda dan gejalanya yang paling umum adalah batuk kronis dengan bercak darah pada dahak, demam, berkeringat pada malam hari, serta penurunan berat badan yang cukup signifikan.

Ada informasi di masyarakat yang mengatakan bahwa menstruasi tidak teratur dapat memicu tuberkulosis. Memang banyak dampak yang bisa muncul dari menstruasi tidak teratur, namun tuberkulosis bukan salah satunya.

Efek samping yang mungkin dapat ditimbulkan dari menstruasi tidak teratur adalah masalah kesuburan atau gangguan pada organ reproduksi lainnya.  

Sementara itu, beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko tuberkulosis adalah penderita HIV, orang dengan gizi buruk, kebiasaan merokok, serta kebiasaan mengonsumsi alcohol. Pekerja medis yang sering berinteraksi dengan penderita tuberkulosis aktif juga rentan terkena.

Tuberkulosis juga menular melalui udara. Bagi Anda yang sering berinteraksi dengan penderita tuberkulosis, pastikan untuk menggunakan masker saat berada satu tempat dengan penderita. Dan berikan ventilasi yang cukup untuk mengurangi risiko tertularnya tuberkulosis pada orang sekitar.

Sedangkan untuk menstruasi yang tidak teratur, dapat disebabkan oleh stres, terlalu lelah, dan orang yang mempunyai kelainan pada organ reproduksi. Jadi, menstruasi tidak teratur sama sekali tidak ada hubungannya dengan tuberkulosis.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar