Sukses

Ini Dia Perbedaan Cacar Air dan Cacar Api

Meski namanya serupa, namun cacar air dan cacar api tidaklah sama. Ketahui perbedaannya di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin tak asing dengan istilah cacar air dan cacar api. Kedua jenis penyakit ini sering ditakuti orang karena berpotensi meninggalkan bekas kehitaman di kulit. Meskipun demikian, bila diobati dengan cepat, Anda tak perlu khawatir muncul bekas di kulit yang mengganggu penampilan.

Cacar air (Varicella zoster) dan cacar api (Herpes zoster) disebabkan oleh kuman yang sama, yaitu virus Varicella zoster. Meskipun terlihat mirip, sebenarnya cacar air dan cacar api merupakan dua hal yang berbeda.

Saat virus tersebut pertama kali menginfeksi tubuh manusia, akan timbul penyakit cacar air. Kemudian setelah cacar air sembuh, virus tersebut tidak hilang dari tubuh, melainkan menetap di sel saraf tanpa menimbulkan gejala apapun.

Bila daya tahan tubuh menurun (misalnya saat sedang kelelahan atau sakit), virus ini dapat teraktivitasi lagi dan menimbulkan penyakit cacar api. Dengan kata lain, cacar api baru bisa terjadi bila Anda pernah mengalami cacar air sebelumnya.

Pada cacar air, gejala awalnya yang muncul mirip dengan penyakit selesma. Anda bisa merasakan demam, batuk, pilek dan nyeri-nyeri sendi. Tetapi 1-2 hari kemudian penderita cacar air akan muncul ruam merah dan lenting berisi cairan jernih di kulit.

Biasanya kelainan kulit pertama kali muncul di dada dan perut, yang kemudian menyebar ke wajah, lengan, dan tungkai dalam 2-4 hari. Ruam dan lenting tersebut bisa terasa gatal atau sedikit nyeri. Memasuki masa penyembuhan, lenting tersebut akan mengering dan menghilang.

Sementara itu, cacar api memiliki gejala yang agak berbeda. Gejala cacar api tidak mengenai seluruh tubuh, melainkan hanya di area kulit yang terinfeksi dan letaknya asimetris. Misalnya saja area yang terinfeksi hanya di dada kiri dan sekitar mata kiri atau di tengkuk sisi kanan, di sekitar telinga kanan.

Gejala cacar api awalnya berupa sensasi nyeri seperti disayat atau dibakar pada area kulit yang terinfeksi. Sekitar 1-2 hari kemudian pada kulit penderita akan mulai muncul ruam merah dan lenting-lenting berisi cairan jernih di lokasi tersebut.

Ruam dan lenting akan sembuh dalam 1-2 minggu. Namun nyeri yang terjadi bisa bertahan hingga 6 bulan, sekalipun sudah tidak ada kelainan di kulit.

Begitu muncul gejala cacar air dan cacar api, Anda disarankan untuk segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan tepat. Dokter akan memberikan obat antivirus untuk menghentikan proses perkembangbiakan virus Varicella zoster. Hal ini dilakukan guna mempercepat penyembuhan dan mencegah lenting menjalar di seluruh tubuh.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar