Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Sering Melakukan Phone Sex, Bahayakah bagi Kesehatan Jiwa?

Saat sedang jauh dari pasangan, phone sex kerap dilakukan untuk mengobati hasrat seksual. Tapi, berbahayakah aktivitas ini bagi kesehatan jiwa?

Aktivitas seksual melalui telepon atau sering disebut phone sex mungkin sudah tak asing lagi. Mereka yang tengah menjalani LDR alias hubungan jarak jauh, atau sekadar ingin menambah “bumbu” dalam aktivitas seksual bersama pasangan, kadang juga melakukannya.

Sesuai dengan namanya, phone sex adalah kegiatan seksual yang dilakukan dengan cara berinteraksi lewat media telepon. Pembicaraannya cenderung menggunakan bahasan yang mengarah pada berbagai aktivitas seksual.

Orang yang berinteraksi juga memberikan suara-suara desahan dan erangan demi menggoda dari kedua belah pihak.

Ketika hasrat ingin melakukan bercinta itu muncul melalui telepon, seseorang akan berfantasi sedang berhubungan intim secara langsung dengan pasangan.

Segala ucapan dan suara-suara yang dikeluarkan pun dibuat seolah-olah mereka benar-benar tengah melakukan hubungan intim.

Memang terdengar menggoda dan menyenangkan, tapi apakah aktivitas seksual melalui telepon ini wajar untuk dilakukan?

Artikel Lainnya: Beda Arti Hubungan Seks Semalam Bagi Wanita dan Pria

1 dari 3 halaman

Bahaya Phone Sex untuk Kesehatan Jiwa

Phone sex dapat dikategorikan seperti halnya masturbasi. Hanya saja, perangsangannya bersumber dari audio atau suara.

Oleh karena telepon seks masuk dalam kategori masturbasi, hal ini tidak akan menyebabkan masalah kemandulan. Akan tetapi, yang perlu diingat, kebiasaan masturbasi bukanlah hal yang positif.

Kebiasaan masturbasi dapat berefek negatif bagi kesehatan jiwa, yakni akan timbul dorongan dalam diri pelaku untuk terus melakukan masturbasi.

Jika hal tersebut berlangsung tanpa intervensi dalam jangka panjang, gangguan fungsi seksual saat berhubungan intim dengan pasangan bisa terjadi. Misalnya saja, sulit terpuaskan atau bahkan mengalami disfungsi ereksi.

Selain itu, masturbasi juga dapat menimbulkan luka, serta meningkatkan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya.

Sebaiknya, Anda mengalihkan energi dan keinginan melakukan masturbasi pada hal-hal yang lebih positif. Misalnya, berolahraga ataupun menjalani hobi.

Meskipun demikian, ada juga sebagian kalangan yang berpendapat bahwa aktivitas phone sex masih bisa dianggap sebagai variasi dalam kehidupan seksual yang normal.

Kelompok ini menganggap phone sex bukanlah sebuah kelainan. Jika dilakukan secara benar, aktivitas seks melalui telepon tersebut bisa bermanfaat bagi pasangan yang terpisah jarak dan waktu.

Selain itu, aktivitas ini juga berguna bagi mereka yang mendambakan variasi dalam hubungan seksualnya, sebagai alternatif untuk melepaskan libido.

Artikel Lainnya: Bolehkah Berhubungan Intim Saat Keputihan?

2 dari 3 halaman

Manfaat Melakukan Phone Sex dengan Pasangan

Nah, Anda yang tertarik menjalani phone sex bersama istri atau suami, berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapat:

  • Menjaga Keharmonisan

Saat Anda dan pasangan harus berjauhan, telepon seks dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjaga keintiman dan keharmonisan hubungan.

  • Melatih Komunikasi yang Efektif

Melakukan phone sex menuntut Anda dan pasangan untuk menyampaikan dan menggambarkan hal-hal yang normalnya bisa dilihat, dalam bentuk ucapan.

Hal tersebut dapat melatih Anda dan pasangan untuk berkomunikasi secara efektif dalam menyampaikan apa yang diinginkan.

  • Eksplorasi Diri dan Pasangan

Serupa dengan bentuk masturbasi lainnya, phone sex dapat membantu Anda menjelajahi diri, apa yang disukai dan tidak.

Hal ini akan bermanfaat jika saatnya Anda sudah bisa kembali bertemu langsung dengan pasangan nanti.

Meski phone sex dapat memberikan manfaat, tetap lakukanlah sewajarnya saja, ya. Jika dilakukan terlalu sering, Anda dan pasangan dikhawatirkan akan lebih menikmati phone sex dibandingkan dengan hubungan seksual sesungguhnya.

Hal tersebut tentu berisiko menimbulkan masalah baru di masa mendatang. Anda masih punya pertanyaan seputar kehidupan seksual? Yuk, konsultasikan langsung pada dokter melalui LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

1 Komentar