Sukses

Skrining yang Perlu Dilakukan pada Bayi Prematur

Bayi prematur perlu melewati berbagai skrining, agar kesehatan dan tumbuh kembangnya terus terpantau dengan baik.

Klikdokter.com, Jakarta Bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu disebut sebagai bayi prematur. Mereka yang lahir dengan kondisi ini memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti malnutrisi, masalah saraf, mata, pendengaran dan tulang.

Atas dasar itu, skrining menjadi tindakan medis yang sangat perlu dilakukan pada bayi prematur. Tindakan ini bertujuan untuk mengetahui dampak jangka pendek dan jangka panjang dari prematuritas yang terjadi. Beberapa skrining yang dimaksud, yakni:

1. Skrining pendengaran

Seperti yang telah dijelaskan, bayi prematur berisiko mengalami gangguan pendengaran. Itulah sebabnya mereka perlu mendapatkan skrining pendengaran. Tindakan ini dilakukan pada bayi prematur minimal satu kali selama perawatan. Biasanya skrining dilakukan sebelum bayi pulang dari rumah sakit.

2. Skrining mata

Bayi yang lahir prematur kerap memiliki masalah pernapasan, sehingga sering mendapat terapi oksigen. Terapi ini ternyata dapat berdampak pada terjadinya gangguan mata bernama retinopathy of prematurity (ROP). Itu sebabnya bayi prematur, terutama bayi prematur dengan berat badan di bawah 1500 gram, dianjurkan untuk menjalani skrining ROP setiap 1-2 minggu sekali.

3. USG kepala

Bayi prematur berisiko mengalami gangguan pada otak, seperti perdarahan otak. Inilah mengapa bayi prematur dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan USG kepala, terutama jika bayi tersebut lahir dengan berat badan di bawah 1500 gram. Waktu dan frekuensi USG kepala disesuaikan dengan usia kehamilan dan keadaan klinis bayi tersebut.

4. Skrining tulang

Skrining tulang atau osteopenia of prematurity (OOP) dilakukan pada semua bayi prematur. Tindakan ini dilakukan ketika bayi menginjak usia 1 bulan, untuk selanjutnya diteruskan setiap 2 minggu sekali.

5. Skrining lainnya

Skrining lain seperti pemeriksaan kadar hormon tiroid dan echocardiography juga dapat dilakukan pada bayi prematur, sesuai dengan indikasi dan permintaan dari pihak pasien.

Dengan melakukan berbagai skrining, diharapkan kesehatan bayi prematur dapat terus terpantau hingga ia tumbuh besar.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar