Sukses

Mendeteksi Infeksi Virus HIV dari Rongga Mulut

Kurangi angka kematian akibat infeksi virus HIV dengan mendeteksi gejala yang terjadi di dalam rongga mulut.

Klikdokter.com, Jakarta Infeksi virus HIV merupakan sebuah kondisi berbahaya, yang belum ditemukan obatnya hingga saat ini. Infeksi virus ini menyebabkan daya tahan tubuh sangat menurun. Akibatnya, penderita sangat mudah terserang penyakit mematikan.

HIV merupakan virus yang mulanya berasal dari monyet Afrika, yaitu Simian Immunodeficiency Virus (SIV). Ketika manusia berburu monyet tersebut dan terkena ciptratan darahnya, virus yang ada pada monyet menginfeksi manusia dan bermutasi menjadi Human Immunodeficiency Virus (HIV).

HIV memiliki beberapa gejala umum yang khas, misalnya:

  1. Penurunan berat badan secara drastis
  2. Batuk kering
  3. Demam berulang kali
  4. Keringat dingin dan mudah lelah
  5. Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, pangkal paha, dan leher.

Tidak hanya terbatas pada keadaan di atas, HIV juga memberikan gejala spesifik pada rongga mulut. Berikut beberapa gejala yang dimaksud:

  1. Bintik putih di lidah, dalam mulut atau tenggorokan
  2. Bercak merah, cokelat, merah muda keunguan di bawah permukaan kulit atau di dalam rongga mulut, hidung, dan kelopak mata
  3. Kutil dalam mulut
  4. Lepuhan-lepuhan kecil yang menyakitkan
  5. Lidah berambut
  6. Jamur di dalam mulut
  7. Sariawan lebih dari 1, kadang berulang dan bisa bertahan sampai 2 minggu.

Penderita HIV yang melakukan perawatan anti-retroviral biasanya akan mengalami produksi air ludah yang berkurang, sehingga mulut menjadi kering. Hal ini dapat menyebabkan karies, gigi berlubang, kesulitan dalam makan dan berbicara.

Pada kasus HIV yang menimpa anak dan orang dewasa, gejala yang paling sering dijumpai di dalam mulut adalah infeksi jamur candidiasis. Namun tidak menutup kemungkinan, penderita juga dapat terinfeksi virus Herpes Simplex, Herpes Zoster, Virus Epstein-Barr dan Human Papilloma Virus.

Melihat bahayanya infeksi virus HIV, Anda dianjurkan untuk mengenali setiap perubahan pada tubuh yang menyerupai gejala penyakit mematikan ini. Deteksi dini, diagnosis, dan perawatan dengan segera adalah cara terbaik untuk mengurangi angka kematian akibat infeksi virus HIV.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar