Sukses

Baru Terkena Asma Saat Dewasa, Wajarkah?

Asma di masa kanak-kanak sering dianggap wajar. Namun, bagaimana bila asma baru muncul saat Anda sudah dewasa?

Klikdokter.com, Jakarta Asma adalah suatu penyakit kronis yang menyerang saluran napas. Saat asma, terjadi peradangan dan penyempitan saluran napas disertai produksi lendir (mucus) di saluran napas yang berlebih. Alhasil, kondisi tersebut dapat menyebabkan sesak napas.

Beberapa gejala dari penyakit asma yaitu sesak napas, sulit berbicara, dada terasa berat, sering batuk (terutama malam hari), gelisah, frekuensi napas dan denyut jantung meningkat, serta mengi.

Penyakit asma merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi, dapat mengganggu aktivitas, bahkan mengancam jiwa. Asma dapat terjadi pada anak-anak hingga dewasa, dan tidak membedakan laki-laki maupun perempuan.

Banyak orang mengira, seseorang tanpa riwayat asma tidak akan mengalami asma ketika dewasa. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Asma bisa saja baru terjadi saat sudah dewasa.

Asma yang baru terjadi dan didiagnosis oleh dokter setelah usia 20 tahun disebut adult-onset asthma. Selain dipengaruhi oleh riwayat asma pada keluarga, adult-onset asthma biasanya terjadi karena zat-zat iritan yang terhirup saat beraktivitas sehari-hari. Dalam beberapa kasus, zat iritan di lingkungan kerja juga sering mencetuskan asma pada orang dewasa.

Adapun beberapa faktor risiko yang menyebabkan asma muncul di usia dewasa antara lain:

  • Seseorang dengan riwayat alergi
  • Seseorang yang terpapar zat iritan seperti asap rokok, debu, atau parfum
  • Seseorang yang baru saja menderita infeksi virus seperti flu
  • Seseorang dengan riwayat penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD)
  • Wanita yang sedang hamil
  • Wanita yang memasuki fase menopause
  • Wanita yang sedang terapi hormon estrogen.

Yang membedakan kasus asma pada anak kecil dan orang dewasa, yaitu orang dewasa cenderung memiliki volume ekspirasi paksa yang lebih rendah sejak memasuki usia paruh baya. Hal tersebut terjadi karena perubahan pada otot dan kekakuan dinding dada.

Volume ekspirasi paksa adalah volume udara yang dapat dihirup, kemudian dihembuskan secara paksa dalam satu detik. Fungsi paru yang menurun dapat menyebabkan diagnosis asma yang baru terjadi terlewatkan.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan fungsi paru secara rutin. Terlebih bila memiliki gejala-gejala di atas yang mengarah ke penyakit asma. Alangkah lebih baik bila penyakit asma bisa dikontrol oleh obat-obatan dari dokter, dan tidak mengganggu produktivitas hidup Anda.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar