Sukses

Cegah Penyebaran Tuberkulosis Lewat Vlog

Kemenkes bersama Johnson & Johnson mengajak masyarakat untuk mengenal tuberkulosis lewat kompetisi vlog.

Klikdokter.com, Jakarta Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban penyumbang penderita tuberkulosis terbesar di dunia. Survei memperkirakan bahwa kejadian TBC di Indonesia mencapai angka 1.600.000 kasus, dimana setiap tahunnya terjadi 1.000.000 kasus baru.

Atas dasar itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama PT Johnson & Johnson Indonesia mengajak para pemuda untuk mengampanyekan gerakan “Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSSTB)” melalui kompetisi vlog alias video blog.

“Dengan adanya Kompetisi Vlog TBC, para kelompok pemuda diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit tuberkulosis,” kata dr. Wiendra Waworuntu M.Kes, pada peluncuran Kompetisi Vlog TBC di bilangan Jakarta Pusat, Selasa (28/11/17).

Di kesempatan yang sama, President Director Johnson & Johnson Indonesia, Lakish Hatalkar, menyebutkan bahwa kompetisi Vlog TBC merupakan langkah tepat untuk membuat para pemuda lebih peduli terhadap bahaya tuberkulosis.

“Internet dan berbagai platform digital menciptakan kesempatan yang baik untuk mendistribusikan informasi secara lebih cepat, terutama bagi kelompok usia produktif,” katanya.

Haltakar menambahkan, kreativitas dan kemampuan berinovasi serta komunikasi merupakan upaya nyata untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menyebarluaskan informasi seputar tuberkulosis. Kerja sama ini diharapkan bisa membebaskan Indonesia dari tuberkulosis.

Sekilas tentang Vlog TBC

Vlog TBC merupakan kompetisi yang dapat diikuti oleh masyarakat umum, yang mengangkat topik seputar edukasi penyakit tuberkulosis. Kompetisi berjalan mulai efektif dibuka sejak 28 November 2017 dan berakhir pada 28 Februari 2018 mendatang. Vlog TBC terbuka untuk umum, baik individu maupun kelompok, dan berusia minimal 15 tahun.

Yuk, berpartisipasi dalam mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai penyakit tuberkulosis melalui Vlog TBC. Dengan demikian, angka kejadian penyakit berbahaya ini dapat ditekan, hingga akhirnya hilang sama sekali di tahun 2030 mendatang.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar