Sukses

Waspada Ancaman Penyakit akibat Badai Cempaka

Munculnya Badai Cempaka di musim hujan ini harus diwaspadai, karena sejumlah penyakit berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

Klikdokter.com, Jakarta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi munculnya siklon tropis, Badai Cempaka, di pesisir selatan Pulau Jawa. Badai ini mengakibatkan perubahan pola cuaca, termasuk hujan lebat, di sekitar wilayah yang dilalui. Sejumlah daerah di sepanjang Jawa dilanda hujan deras, angin kencang dan tanah longsor. Masyarakat patut waspada terhadap munculnya penyakit seiring kondisi cuaca ini.

Menurut Louise Ivers, seorang profesor dari Global Health and Social Medicine di Harvard Medical School, penyakit yang biasanya muncul usai peningkatan curah hujan adalah penyakit kolera. Sementara itu Centers for Disease Control and Prevention menyatakan, gangguan kesehatan yang berpotensi menyerang usai badai di antaranya diare, gangguan pencernaan dan masalah pernapasan.

Waspada penyakit usai badai

Menilik kondisi musim hujan yang disertai badai kali ini, dr.Rio Aditya, mengungkapkan sejumlah penyakit  yang berpotensi muncul dan harus diwaspadai, di antaranya:

  • KoleraGangguan kesehatan ini muncul akibat dari mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri Vibrio cholerae. Kolera menyebabkan penderitanya diare parah dan muntah-muntah, sehingga bisa menyebabkan dehidrasi atau bahkan kematian.
  • DiareBeberapa bakteri penyebab diare, antara lain Shigella dysentria, Salmonella Spp, Compylobacter jejui, Escherichia coli, dan Entamoeba histolytica. Bakteri tersebut menginfeksi saluran usus, menyebabkan tinja cair dan berlendir. Penderita biasanya mengalami buang air besar encer berkali-kali.
  • TifusDiakibatkan oleh infeksi bakteri S. Typhi. Gejalanya berupa demam, sakit kepala, lemah, dan sakit tenggorokan.Sebagian besar kuman sebetulnya mati akibat asam lambung dari saluran pencernaan. Namun, kuman yang masih hidup mampu menginfeksi usus halus dan menyebabkan demam tifoid.
  • MalariaMalaria umum terjadi di musim hujan. Disebabkan oleh nyamuk anopheles betina, yang berkembang biak pada air tergenang. Gejala paling sering penyakit ini adalah demam, nyeri otot dan menggigil. Cara terbaik mencegah malaria adalah dengan membersihkan tangki air di rumah sesering mungkin, dan menjaga lingkungan tetap bersih.
  • LeptospirosisLeptospirosis disebabkan oleh infeksi bakteri leptospira. Biasanya disebarkan melalui hewan, seperti tikus, sapi, babi, dan anjing. Di musim hujan, tikus menjadi penyebab paling umum dan harus lebih diwaspadai. Gejalanya menyerupai flu ringan, yaitu menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot. Selain itu, penderita juga bisa mengalami mual muntah, dan ruam.
  • Demam berdarahVirus dengue penyebab demam berdarah dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini berkembang biak di air jernih tergenang, saat musim hujan. Gejala demam berdarah adalah demam tinggi, trombosit rendah, dan ruam kemerahan di kulit.

Selain gangguan kesehatan tersebut di atas, gangguan kesehatan lain yang harus anda waspadai di musim badai ini adalah, gangguan pernapasan, seperti asma, emfisema dan bronkitis. Kondisi ini diakibatkan karena angin membawa semua penyakit yang biasanya terdapat di tanah.

Himbauan BMKG

Melalui siaran pers yang diterbitkannya Senin (27/11) lalu, BMKG menyebarkan himbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi datangnya siklon tropis dalam beberapa hari ke depan.

Masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang pohon tumbang, dan jalan licin.

Selain itu, khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, BMKG menyerukan agar menghindari aktivitas di sekitar pantai karena potensi terjadinya gelombang pasang.

Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih waspada terhadap bencana yang terjadi selama musim hujan dan berlangsungnya Badai Cempaka, serta penyakit yang merebak setelahnya. Jika Anda atau keluarga mengalami gangguan kesehatan seperti yang telah diuraikan di atas, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar