Sukses

Anak Hiperaktif Belum Tentu Menderita ADHD

Jangan khawatir jika anak Anda terlihat hiperaktif, karena belum tentu ia menderita ADHD.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang tua tentu ingin buah hatinya tumbuh sehat dan aktif. Namun kenyataannya, bila anak terlihat lebih aktif dari yang lain, orang tua justru khawatir. Mereka takut perilaku anak yang sangat aktif justru merupakan tanda attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Padahal, tidak semua anak yang hiperaktif pasti menderita ADHD.

Makna ADHD dalam berbagai literatur ilmiah adalah ketidakmampuan memperhatikan dan atau hiperaktivitas yang tidak sesuai usia. Hal tersebut biasa tampak dari cara anak berinteraksi, dan memosisikan diri, setidaknya di dua lingkungan berbeda. Kedua lingkungan tersebut misalnya, rumah dan sekolah.

Pada anak yang lebih kecil, gangguan ADHD biasanya dideteksi dari perilaku yang ekstrem. Contohnya, melompat dari tempat yang sangat tinggi, atau berlari ke tengah jalan raya tanpa terlihat rasa takut.

Perilaku hiperaktif pada anak ADHD akan sangat memengaruhi proses belajarnya. Hal ini bisa dilihat dari anak yang terlalu sibuk bergerak, sehingga tidak mampu memperhatikan instruksi. Atau, anak tidak bisa menyelesaikan suatu pekerjaan yang mudah.

Cukup sulit untuk melihat dan menilai kondisi ini secara objektif. Untuk membantu mendeteksi kemungkinan anak menderita ADHD, Anda dapat menggunakan acuan berikut ini:

  1. Masa bayi

- Rewel, mudah menangis, sering mengamuk, dan sulit ditenangkan.

- Sulit makan, pada beberapa kasus bisa sampai kolik dan jatuh sakit.

- Sering mengigau.

- Melakukan gerakan berulang yang mengganggu, seperti membenturkan kepala atau menggoyangkan kursi.

  1. Masa balita atau lebih

- Terlihat gugup dan ceroboh.

- Sering mengamuk berlebihan.

- Sering tanpa sebab menyentuh barang-barang dan orang di sekitarnya.

- Melakukan gerakan berulang yang mengganggu, seperti mengayunkan kaki dan sering berlari ke segala arah tanpa memperhatikan sekitarnya.

- Sulit menyelesaikan suatu tugas dan mudah frustrasi saat merasa kesulitan hingga mengamuk.

- Sering berbicara tanpa henti dan menyela ucapan orang lain.

Bicara lebih jauh tentang ADHD, fenomena overdiagnosis ADHD pada anak sungguh terjadi di Amerika Serikat, tahun 2014. Angka diagnosis anak yang menderita ADHD meningkat hingga 11 persen. Padahal, menilai hiperaktivitas pada anak tidak mudah. Diperlukan berbagai pertimbangan dan pemeriksaan yang memakan waktu lama.

Lagipula, sikap anak yang aktif merupakan kondisi normal. Pada beberapa anak mungkin justru tampak perilaku hiperaktif. Namun, Anda harus ingat bahwa hal itu bukan berarti anak menderita ADHD. Agar energi anak tersalurkan dengan baik dan terhindar dari hal-hal negatif, pastikan anak memiliki cukup aktivitas fisik. Ingat pula untuk selalu menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan kaya nutrisi dan cukup istirahat.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar