Sukses

Kenali Gejala Umum ADHD pada Anak

Anak dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) memiliki beberapa gejala. Mari kenali berbagai tanda dan gejala ADHD pada anak di sini.

Attention deficit hyperactive disorder (ADHD) atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (GPPH) merupakan gangguan perilaku yang sering ditemui pada usia anak-anak.

Kondisi ini umumnya ditandai dengan perilaku hiperaktif dan sulit berkonsentrasi. Sayangnya, banyak orang tua tidak mengenali gejala ADHD pada anak. Gangguan perilaku ini kebanyakan baru terdeteksi oleh guru saat anak memasuki usia sekolah.

Padahal, jika dideteksi sejak dini, perilaku ADHD dapat diatasi dengan terapi. Dengan terapi rutin, anak bisa menjadi lebih tenang dan memiliki konsentrasi belajar yang baik.

Berikut ini tanda dan gejala ADHD pada anak yang perlu diwaspadai orang tua:

1. Perhatian Anak Mudah Teralihkan

Perhatian anak dengan ADHD sangat mudah teralihkan oleh hal lain. Misalnya, anak sedang makan, kemudian ada sesuatu yang lewat, maka perhatiannya akan sangat mudah teralih terhadap hal baru tersebut. Anak pun akan meninggalkan hal yang sedang ia kerjakan sebelumnya.

Hal ini sering terjadi dan orang tua biasanya mengalami kesulitan untuk mengontrol kebiasaan anak tersebut.

Artikel Lainnya: Tips Sukses Mengenakan Pakaian pada Anak dengan ADHD

1 dari 4 halaman

2. Tidak Tekun atau Selesai Saat Mengerjakan Tugas

Masih berhubungan dengan gejala pertama, anak dengan ADHD umumnya sulit untuk mengerjakan suatu tugas sampai selesai. Sebab, perhatiannya sangat mudah teralihkan, cepat bosan, dan ia kesulitan untuk mempertahankan konsentrasinya.

Kondisi ini dapat terjadi di rumah maupun di sekolah, sehingga anak dengan ADHD memiliki prestasi belajar yang kurang baik.

3. Anak Sangat Aktif di Rumah Maupun di Luar Rumah

Gejala lain dari anak ADHD adalah sifatnya yang sangat aktif di dalam rumah maupun di luar rumah. Misalnya, seperti di tempat bermain atau di sekolah.

Anak ADHD dapat digambarkan memiliki energi tanpa batas. Dalam kesehariannya, si Kecil dapat berlari ke sana kemari, gemar memanjat barang, dan juga mengacaukan sesuatu. Orang tua cenderung mengalami kesulitan untuk meminta anak agar tetap tenang.

4. Tidak Bisa Diam di Kelas

Ini juga merupakan gejala ADHD pada anak. Saat jam pelajaran, anak biasanya suka berjalan-jalan ke meja lain dan mengganggu temannya.

Guru akan kesulitan meminta anak untuk duduk diam atau mengikuti arahan di kelas. Perilaku inilah yang biasanya menyebabkan guru menduga seorang anak mengalami ADHD. Guru dapat melaporkannya ke orang tua untuk memeriksakan anak ke dokter.

Artikel Lainnya: Makanan yang Dilarang dan Dianjurkan untuk Anak ADHD

2 dari 4 halaman

5. Bicara Terus-menerus

Anak dengan ADHD biasanya akan bicara terus-menerus tanpa henti. Bahkan, anak cenderung mengucapkan atau membicarakan hal-hal tidak penting. Orang tua umumnya kesulitan untuk meminta anaknya bersikap tenang.

6. Emosinya Sering Meledak-ledak

Anak dengan ADHD dapat ditandai dengan emosi yang sering meledak-ledak. Kondisi ini dapat terjadi ketika keinginannya tidak dituruti. Lantas, anak menjadi mudah marah sehingga menimbulkan perilaku eksplosif seperti melempar barang dan lain-lain.

Sebaliknya, anak juga mudah merasa gembira berlebihan jika ia sedang senang. Perilaku ini mirip dengan gangguan bipolar. Bahkan, ada penelitian yang mengatakan anak dengan ADHD memiliki risiko lebih besar untuk mengalami bipolar di kemudian hari.

7. Sulit Mengatur Tugasnya di Sekolah

Pada anak dengan ADHD, cirinya mereka akan sulit mengorganisasi tugas-tugas di sekolah dengan baik. Hal ini merupakan dampak dari sulitnya mereka berkonsentrasi sehingga perhatiannya akan mudah teralihkan.

Hasilnya, tugas-tugas yang diberikan oleh guru akan sulit mereka tuntaskan dengan baik.

Artikel Lainnya: Benarkah Sering Main Gawai Menyebabkan ADHD?

3 dari 4 halaman

8. Kesulitan Menunggu Giliran

Anak yang mengalami ADHD akan sulit untuk bekerja sama dan menunggu giliran saat bermain dengan anak-anak lainnya di kelas. Mereka tidak akan sabar menunggu dan berharap untuk segera memainkan games tersebut.

9. Pelupa

Akibat kurang kemampuan untuk fokus, anak dengan ADHD biasanya pelupa. Mereka akan sering lupa mengerjakan PR-nya atau tugas-tugas yang diberikan kepadanya.

Mereka juga sering kehilangan benda-benda yang dimiliki, seperti mainan ataupun alat tulis.

10. Kurang Menyadari Akan Adanya Bahaya

Gejala terakhir ADHD pada anak adalah kurang sadarnya mereka ketika ada bahaya di sekitar atau sedang melakukan sesuatu yang berbahaya. Tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat mereka akan berisiko terkena cedera. 

Oleh karena itu, penting untuk terus memberikan perhatian kepada anak dengan gangguan ADHD.

Jika anak Anda memiliki beberapa gejala di atas, segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Untuk tahu lebih lanjut tentang kondisi ADHD, Anda bisa baca artikelnya di aplikasi Klikdokter atau konsultasi dengan dokter lewat fitur Live Chat.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar