Sukses

Kenali Gejala Transient Global Amnesia

Transient global amnesia adalah sejenis gangguan ingatan yang biasanya terjadi pada orang lanjut usia. Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Anda pernah mengalami gangguan ingatan yang membuat Anda lupa akan tempat dan waktu? Waspadalah, bisa jadi Anda mengalami transient global amnesia.

Seperti dilansir dari BBC, dua tahun lalu, Paul Bolding (63) sedang berlibur di Kroasia bersama istrinya, Kirsty.  Dalam sebuah kunjungan ke pantai, Paul tertidur di atas tikar pantai selama beberapa waktu. Namun ketika terbangun, ia tidak tahu sedang berada di mana dan bagaimana dia bisa sampai di sana. Paul sangat ketakutan.

Melihat kondisi suaminya, Kirsty segera membawanya ke kota. Dia berharap ingatan suaminya bisa pulih kembali. Akan tetapi, Paul tetap tidak bisa mengingat, bahkan dia lupa akan 10 hari liburan bersama istrinya.  Setiba mereka kembali di Inggris, dokter mengungkapkan, Paul mengalami transient global amnesia (TGA).

Hilang ingatan sementara

TGA atau transient global amnesia adalah kehilangan ingatan sementara, yang tidak terkait dengan kondisi neurologis (seperti epilepsi atau stroke). Saat TGA menyerang, ingatan terhadap kejadian yang baru saja berlangsung akan lenyap begitu saja.

Berbeda dengan gangguan ingatan lainnya, TGA benar-benar membuat penderitanya tidak ingat apa yang baru saja dan yang sedang dialaminya.  Akibatnya, penderita mungkin terus mengulangi pertanyaan yang sama. Mereka tidak ingat jawaban atas pertanyaan yang baru saja ia ajukan.

Meski begitu, penderita TGA masih bisa mengenal dirinya dan orang-orang terdekatnya. Untungnya, kejadian ini tidak berbahaya dan hanya berlangsung dalam jangka pendek, karena ingatannya akan segera membaik.

Apa penyebab TGA?

Penyebab TGA masih belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Akan tetapi, tampaknya ada hubungan dengan penderita yang mempunyai riwayat sakit kepala. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun.

Kenapa hal itu bisa terjadi? Adam Zeman, professor of cognitive and behavioural neurology di University of Exeter Medical School mengungkapkan, “Apa yang kita pikirkan terjadi adalah hippocampus (bagian dari struktur otak yang menyimpan memori dan emosi) dimatikan untuk sementara. Kasus Paul klasik. Anda kehilangan kenangan dari beberapa minggu terakhir dan tidak dapat membuat kenangan baru saat aktivitas berlangsung.”

Studi pencitraan otak mendukung teori ini, yaitu adanya kelainan di hippocampus. Sebuah penelitian yang mengkaji 142 wanita dengan riwayat transient global amnesia itu mengungkapkan, kasus ini bisa terjadi karena adanya sebuah kejadian emosional yang sangat memengaruhi kehidupan penderita. Orang dengan riwayat sakit kepala lebih mungkin mengalaminya.

Jika mendapati seseorang yang mengalami kasus ini, Anda harus mempertimbangkan kemungkinan lain seperti demam, epilepsi, atau amnesia psikogenik. Meski tidak berbahaya dan hanya berlangsung dalam jangka pendek, Anda tetap tidak boleh menyepelekan serangan transient global amnesia. Atau, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar