Sukses

Kiat Tepat dan Efektif Sembuhkan ADHD

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder bisa terjadi sejak anak hingga dewasa. Lalu, bagaimana penyembuhannya?

Klikdokter.com, Jakarta Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD merupakan sebuah bentuk gangguan psikis. Gangguan ini bisa dialami oleh siapa saja termasuk anak-anak dan dewasa. Uniknya, gejala yang terjadi pada setiap orang bisa berbeda-beda.

ADHD yang merupakan gangguan jangka panjang, biasanya diikuti dengan gejala khas berupa perilaku impulsif, kurang perhatian dan hiperaktif. Jika diabaikan, kondisi ini bisa berisiko mengganggu hingga menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Berikut di bawah ini adalah beberapa gejala ADHD yang bisa dikenali:

  1. Gejala impulsif:
  • Kurangnya kesabaran
  • Menjawab pertanyaan orang lain sebelum pertanyaan selesai diajukan
  • Sering menyela orang lain
  • Memulai percakapan pada waktu yang tidak tepat
  1. Kurang perhatian:
  • Kurang fokus dan konsentrasi mudah pecah
  • Tidak teliti dan cenderung lalai dalam bekerja
  • Sering berbicara di luar topik pembicaraan
  • Mudah lupa terhadap aktivitas rutin
  1. Gejala hiperaktif:
  • Senang berjalan dan berlari
  • Ingin terus bergerak dan berbicara
  • Mudah gelisah
  • Sulit mengerjakan suatu hal dengan tenang

Pengobatan ADHD

Pengobatan yang paling efektif bagi penderita ADHD adalah pemberian beberapa obat-obatan yang disesuaikan dengan kondisi penderita. Di samping itu, penderita juga wajib melakukan tindakan berikut ini agar penyakitnya bisa segera teratasi:

1 dari 2 halaman

Pengobatan ADHD

  1. Terapi perilaku

The American Academy of Pediatrics menyarankan agar pemberian terapi perilaku pada anak dengan ADHD dilakukan sebelum usia 6 tahun. Orangtua dan guru memiliki peranan penting dalam mengenali dan mengatasi gejala gangguan ini.

Dalam terapi perilaku, terapis, orang tua atau guru dapat membuat suatu target bagi anak untuk dilakukan secara bertahap. Misalnya, membiasakan anak duduk di kursi dengan durasi waktu yang sedikit demi sedikit ditambah hingga anak terbiasa. Jika anak dengan ADHD berhasil melakukan itu, terapis, orang tua atau guru yang sedang menangani si anak perlu memberikan apresiasi, misalnya berupa pujian.

  1. Cukupi waktu tidur

Gangguan tidur sering dialami penderita ADHD. Jika ini tidak segera diatasi, penderita akan merasa lelah karena kekurangan tidur. Akibatnya, kondisi penderita bisa bertambah parah.

Beberapa cara untuk menanganinya adalah dengan mengatur waktu tidur secara teratur, kondisikan ruang tidur dalam keadaan dingin dan gelap, serta hindari penggunaan gawai, ponsel ataupun televisi sebelum tidur. Bila upaya tersebut gagal, Anda dapat meminta dokter untuk meresepkan obat tidur.

  1. Olahraga

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa dengan olahraga 30 menit setiap hari, fokus dan kemampuan koordinasi pada penderita ADHD dapat membaik. Prinsip dari tindakan ini adalah membiarkan penderita bergerak secara aktif sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

Bagi anak dengan ADHD, pastikan agar ia terbiasa berolahraga rutin, karena aktivitas ini dipercaya dapat meningkatkan kemampuan koordinasi pada anak.

  1. Meditasi

Kegiatan meditasi pada penderita ADHD dapat mengurangi gejala, seperti perilaku impulsif dan rasa cemas. Aktivitas ini juga dapat membiasakan penderita ADHD agar lebih fokus, lebih peka, dan memiliki kemampuan mengontrol diri yang lebih baik.

  1. Latihan bersosialisasi

Pelatihan untuk bersosialisasi biasanya dilakukan dengan simulasi bermain peran. Dengan simulasi ini diharapkan penderita ADHD bisa belajar bagaimana harus menjaga sikap di suatu kelompok masyarakat.

Menurut penelitian, bermain musik juga dapat mengasah kemampuan bersosialiasi dan kemampuan untuk fokus pada penderita ADHD. Ini karena bermain musik melibatkan beberapa bagian otak yang bekerja bersamaan, layaknya bersosialisasi.

Kebiasaan bermain musik pun dapat melatih kemampuan koordinasi tubuh pada anak dengan ADHD ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Sedangkan mendengarkan musik dapat meningkatkan hormon dopamin yang dapat meningkatkan fokusnya.

  1. Asupan seimbang

Penderita ADHD harus mendapat asupan makanan sehat bergizi seimbang. Selain mencukupi kebutuhan gizi harian, hal ini juga bertujuan agar penderita ADHD tidak mengonsumsi makanan yang dapat memperparah gejala seperti gula, pewarna makanan, pengawet makanan, dan kafein.

Penderita ADHD memiliki kadar omega-3 yang rendah. Akibatnya, kondisi ini akan memperburuk gejala yang muncul. Jadi omega-3 menjadi salah satu asupan yang wajib dikonsumsi oleh penderita ADHD.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pemberian omega-3 dapat memperbaiki gejala ADHD. Sumber omega-3 bisa didapat dari makanan seperti ikan salmon, kacang kedelai, kacang walnut, dan sayur-sayuran hijau. Pemberian suplemen juga bisa menjadi sumber alternatif dari omega-3.

  1. Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Terapi ini adalah bentuk terapi bicara yang dapat membantu mengubah cara pikir dan berperilaku penderita ADHD. Biasanya terapis akan memberikan simulasi suatu kondisi untuk memengaruhi perasaan, agar nantinya penderita ADHD dapat memberbaiki pola perilakunya.

ADHD yang diderita sejak anak tentu akan membuat orang tua khawatir. Namun dengan deteksi secara dini dan mendapatkan terapi yang tepat, dapat mengurangi perburukan gejala, serta meningkatkan produktivitas penderita untuk jangka panjang. Sehingga penderita tidak akan mengalami gangguan perkembangan ataupun penurunan kualitas hidup.

Oleh karena itu, bila ada kerabat yang mengalami ADHD, Anda harus optimis untuk membantu mengobatinya. Dukungan keluarga sangat penting dalam setiap pengobatan penyakit, termasuk pada kasus Attention Deficit Hyperactivity Disorder alias ADHD.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar