Sukses

Kenali Bahaya di Balik Pembengkakan Kelenjar Ludah

Jangan sepelekan pembengkakan kelenjar ludah, karena berpotensi sebabkan ancaman kesehatan yang serius! Berikut bahaya yang harus Anda ketahui.

Adanya pembengkakan kelenjar ludah bisa menjadi tanda-tanda dari suatu penyakit. Ketika ada masalah di bagian tubuh ini, Anda mungkin akan mendapati gejala-gejala seperti pembengkakan, mulut kering, nyeri demam, dan bau tidak sedap dari dalam mulut.

Terdapat tiga pasang kelenjar ludah utama, yaitu kelenjar parotis di bagian dalam pipi, kelenjar submandibularis di dasar mulut, kelenjar sublingual di bawah lidah, serta ada juga beberapa ratus kelenjar ludah minor di seluruh mulut dan tenggorokan.

 

1 dari 3 halaman

Penyebab Pembengkakan Kelenjar Ludah

Penyebab pembengkakan kelenjar ludah bisa terjadi karena adanya penyumbatan pada saluran air liur yang mengalirkan ludah dari kelenjar menuju mulut. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi karena adanya batu.

Batu kelenjar ludah paling sering dijumpai pada orang dewasa. Biasanya, terbentuk dari garam yang terkandung di dalam ludah.

Kelenjar ludah yang tersumbat akan membuat ludah kembali ke dalam kelenjar, sehingga menyebabkan pembesaran pada kelenjar tersebut. Akibatnya, kelenjar yang membengkak terisi ludah akan mudah terinfeksi bakteri.

Selain infeksi bakteri, pembengkakan kelenjar ludah juga bisa diakibatkan oleh infeksi virus, tumor atau kista dan penyakit autoimun.

Artikel Lainnya: Selalu Tersedak Air Liur Sendiri, Apa Penyebabnya?

2 dari 3 halaman

Penyakit Akibat Pembengkakan Kelenjar Ludah

Pembengkakan pada kelenjar ludah dapat menyebabkan beberapa kondisi penyakit yang berbahaya, di antaranya:

  1. Batu Kelenjar Ludah

Batu kelenjar ludah disebut jugas sebagai sialolitiasis. Sialotiasis terjadi akibat penumpukan deposit saliva yang mengkristal dan membentuk seperti batuan.

Terkadang, batu ini dapat menghalangi aliran air liur, sehingga ketika air liur tidak bisa keluar, ia akan kembali lagi ke kelenjar dan menyebabkan rasa sakit serta pembengkakan.

  1. Infeksi Kelenjar Ludah

Infeksi ini disebut juga sebagai sialadenitis. Kondisi ini merupakan infeksi bakteri pada kelenjar ludah, umumnya di bagian kelenjar parotis, dan terjadi ketika saluran masuk ke mulut yang tersumbat.

Infeksi kelenjar ludah menciptakan benjolan yang menyakitkan dan muncul nanah yang berbau busuk mengalir ke rongga mulut.

Bakteri yang menyerang biasanya Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Streptococcus viridans, Escherichia coli, dan Haemophilis influenzae.

Selain sialadenitis, infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang paru-paru dan menyebabkan Tuberculosis, juga bisa menyerang kelenjar parotis. Gejalanya bisa berupa xerostomia (mulut kering) dan pembengkakan kelenjar ludah.

Artikel Lainnya: Awas, Meludah di Lantai Saat Naik MRT Bisa Picu Penyakit!

  1. Infeksi Virus

Infeksi virus seperti gondong (mumps), flu, dan lainya dapat menyebabkan pembesaran kelenjar ludah. Pembengkakan ini terjadi pada kelenjar parotis di kedua sisi wajah.

Penyakit virus lain yang menyebabkan pembengkakan kelenjar ludah termasuk virus Epstein-Barr (EBV), cytomegalovirus (CMV), Coxsackievirus, dan human immunodeficiency virus (HIV).

  1. Tumor

Tumor pada kelenjar ludah, baik yang jinak maupun ganas, dapat menyebabkan pembengkakan. Pleomorphic adenomas dan Warthin's tumor, merupakan tumor jinak yang paling sering terjadi.

Tumor ganas yang sering terjadi pada kelenjar ludah. Misalnya, mucoepidermoid carcinoma, adenocystic carcinoma, adenomacarcinoma, low-grade polymorphous adenocarcinoma, dan malignant mixed tumor.

  1. Penyakit Imun

Penyakit imun, seperti sindrom Sjogren, adalah penyakit kronis di mana sel-sel sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang saliva dan kelenjar penghasil kelembaban lainnya. Dampak penyakit imun ini bisa menyebabkan mulut dan mata menjadi kering.

Sekitar setengah dari orang dengan sindrom Sjögren juga mengalami pembesaran kelenjar ludah di kedua sisi mulut, yang biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.

Bila Anda mengalami pembengkakan kelenjar ludah, segera lakukan pemeriksaan diri ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan perawatan yang tepat. Jangan biarkan penyakit tersebut bertambah parah dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar