Sukses

Kiat Menangani Anak yang Suka Mengemut Jempol

Anda bisa mengatasi kebiasaan anak mengemut jempol dengan beberapa kiat berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Anda punya anak yang gemar mengemut jempol? Jangan khawatir. Menurut American Journal of Orthodontic, mengemut jempol adalah salah satu kebiasaan normal yang terjadi pada anak usia sekitar dua tahun.

Hal tersebut biasanya akan hilang sendiri ketika anak berusia 2-4 tahun. Kebiasaan mengemut jempol yang muncul pada usia tersebut juga tidak akan memengaruhi susunan gigi anak.

Anda baru perlu waspada bila kebiasaan mengemut jempol masih muncul sampai anak berusia empat tahun. Sebab, hal itu bisa mengganggu susunan gigi anak. Untuk mengatasinya, Anda dapat menerapkan beberapa kiat berikut ini:

  1. Mengajak anak membicarakan kebiasaan tersebut. Anda juga perlu menyampaikan kepada anak bahwa anak perlu menghentikan kebiasaan tersebut karena alasan kesehatan.
  2. Menghentikan kebiasaan mengisap jempol pada anak perlu beberapa tahapan. Sebagai permulaan, Anda dapat menetapkan waktu kepada anak untuk mengemut jempol. Misalnya, anak hanya boleh melakukannya di kamar tidur, atau saat mandi, dan lainnya.
  3. Anak biasanya memiliki tokoh super hero favorit. Anda dapat menanyakan kepada anak, apakah tokoh super hero itu suka mengemut jempol?
  4. Daripada memarahi anak ketika dia mengemut jempol, Anda lebih baik memberikan dukungan yang positif berupa pujian atau perhatian saat ia berhasil untuk tidak melakukannya.
  5. Anda juga dapat menaruh sesuatu pada jari anak ketika anak tidur di siang atau malam hari. Misalnya, Anda dapat menutup tangan anak menggunakan sarung tangan atau kaos kaki. Atau ketika siang hari, Anda bisa memasangkan plester yang dioleskan sayuran pahit pada ibu jari anak.
  6. Jika keinginan mengemut jempol pada anak muncul untuk menenangkan dirinya sendiri, Anda dapat mencari alternatif lain seperti boneka yang empuk atau selimut yang membuat anak nyaman.
  7. Jika semua cara di atas tetap tidak dapat menghentikan kebiasaan mengemut ibu jari pada anak, maka Anda bisa menggunakan alat palatal crib. Palatal crib sejenis plat akrilik yang dikombinasi dengan besi di langit-langit rahang atas. Pemasangan ini dapat dilakukan oleh dokter gigi.

Anda perlu sabar dalam menghadapi anak dengan kebiasaan mengemut jempol. Mencari tahu motif anak mengemut jempol juga penting. Anda perlu tahu, apakah hal tersebut hanya iseng, atau merupakan cara anak untuk mendapatkan kenyamanan. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat menjalin komunikasi yang baik dengan dokter gigi atau dokter anak.

Jika motif anak cenderung menunjukkan gangguan psikologis, maka dibutuhkan penanganan dari sisi psikis. Sebaliknya, jika sekadar iseng mengemut jempol, maka kebiasaan tersebut  bisa ditangani oleh dokter gigi dengan plat gigi. Asal, anak tersebut juga bersedia untuk dibantu. Sebab, plat gigi dapat berhasil bila ada kerjasama, keinginan, dan niat dari anak.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar