Sukses

Deteksi Dini Cegah Peluang Kena Kanker Usus Besar

Deteksi dini menjadi cara ampuh untuk mencegah kanker usus besar, yang merupakan kanker ketiga terbanyak di Indonesia. Simak penjelasannya!

Menurut data GLOBOCAN 2018, kanker usus besar merupakan salah satu jenis kanker yang sering terjadi dan banyak menyebabkan kematian.

Disebut juga kanker kolon atau kolorektal, penyakit ini menjadi kanker nomor dua yang paling banyak mengakibatkan kematian di dunia, setelah kanker paru-paru.

Melihat data tersebut, tentu mengerikan mengetahui kanker usus besar sering terjadi dan tidak jarang menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, deteksi dini adalah langkah penting yang harus Anda lakukan untuk mencegah kanker usus besar.

 

1 dari 3 halaman

Faktor Risiko Kanker Usus Besar

Terdapat dua jenis faktor risiko. Pertama, faktor risiko yang tidak bisa diubah karena sudah bawaan lahir. Selanjutnya adalah faktor risiko yang dapat diubah, yaitu dari segi pola hidup.

Artikel lainnya: Obat Anti Radang, Efektifkah Atasi Kanker Usus Besar?

Faktor yang Tidak Dapat Dimodifikasi

  1. Genetik. Riwayat keluarga atau orang tua yang mengalami kanker meningkatkan risiko kanker pada Anda.
  2. Riwayat Penyakit. Selain kanker, riwayat beberapa penyakit seperti polip kolorektal, sindrom radang usus, dan diabetes dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker usus.
  3. Usia. Seseorang yang berusia di atas 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker.
  4. Jenis Kelamin. Kanker kolorektal ini lebih banyak menyerang pria daripada wanita.

Faktor yang Dapat Dimodifikasi

  • Makanan. Makanan tinggi lemak, kolesterol, dan rendah serat (jarang konsumsi sayur dan buah) meningkatkan risiko kanker usus besar.
  • Sedentary Lifestyle. Gaya hidup yang jarang bergerak, berbaring, malas-malasan.
  • Berat Badan Berlebih atau Obesitas.
  • Rokok.
2 dari 3 halaman

Deteksi Dini untuk Mencegah Kanker Usus Besar

Selain melakukan pengaturan dari faktor risiko yang Anda miliki, deteksi dini juga langkah penting dalam pencegahan kanker usus besar. Penyebab meningkatnya kasus kanker usus besar itu karena masyarakat tidak sadar atau waspada dirinya terkena kanker ini.

Artikel lainnya: Vitamin D Bisa Bantu Melawan Kanker Usus Besar?

Di bawah ini terdapat tabel untuk menghitung dan mendeteksi risiko Anda terkena kanker usus besar.

Faktor Risiko

Kriteria

Skor

Usia

50-69 tahun

2

> 70 tahun

3

Jenis Kelamin

Pria

1

Wanita

0

Riwayat keluarga

Riwayat orang tua atau keluarga mengalami kanker

2

Merokok

Saat ini merokok atau pernah menjadi perokok

1

Tidak pernah merokok

0

Seluruh skor dari faktor risiko di atas dijumlahkan kemudian Anda mendapatkan hasil. Jika nilai Anda 0-1 artinya Anda berisiko rendah, 2-3 berarti risiko sedang, dan 4-7 berarti risiko tinggi mengalami kanker usus besar.

Bagi Anda yang berisiko rendah, lakukan pencegahan sejak dini dengan menghindari faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker. Lakukan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, aktif berolahraga, menjaga berat badan tetap ideal, cukup istirahat, hindari stres, dan berhenti merokok.

Sementara bagi Anda yang berisiko sedang dan tinggi, lakukan deteksi dini sejak usia 50 tahun jika Anda mengalami keluhan.

Gejala kanker usus besar yang perlu diwaspadai adalah perubahan pola BAB. Misal, bentuk kotoran menjadi kecil-kecil seperti kotoran kambing, BAB berdarah, diare, konstipasi, rasa tidak tuntas setelah BAB, serta perut terasa nyeri, kram, atau penuh.

Selain itu, gejala lainnya berupa penurunan berat badan yang drastis tanpa diketahui penyebabnya, rasa lemas, dan hilang nafsu makan.

Deteksi dini kanker usus besar penting dilakukan agar Anda terhindar dari jenis kanker mematikan ini. Marilah mulai pola hidup yang sehat dan rutin periksa kesehatan Anda ke dokter.

Bagi Anda yang punya pertanyaan seputar kanker usus besar atau penyakit lainnya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kami. Gunakan layanan Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar