Sukses

Fakta di Balik Label Less Sugar pada Minuman Kemasan

Minuman berlabel less sugar sering dipilih untuk menghindari konsumsi gula berlebih. Tapi amankah bagi kesehatan?

Klikdokter.com, Jakarta Tidak dapat dimungkiri bahwa label less sugar pada minuman kemasan dapat menarik minat beli masyarakat. Hal ini berkaitan dengan tingginya kesadaran masyarakat akan bahaya konsumsi gula berlebih.

Melihat kondisi demikian, berbagai produsen seakan berlomba-lomba menyertakan label less sugar di setiap produk minuman kemasannya. Meskipun demikian, Anda juga tetap harus cermat memilih produk yang akan dikonsumsi.

Pada umumnya, minuman kemasan menggunakan pemanis buatan. Sedangkan produk minuman yang mencantumkan label less sugar biasanya mengandung 25% gula lebih sedikit dibandingkan kandungan gula asli pada minuman tanpa label tersebut. Namun hal ini dapat berbeda-beda, tergantung dari produsen masing-masing.

Sebenarnya, konsumsi gula yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah 50 gram atau  maksimal 4 sendok makan per hari. Konsumsi gula yang berlebihan akan menciptakan cadangan energi yang tak terpakai, yang akan disimpan dalam bentuk lemak di dalam tubuh. Kondisi ini akan menyebabkan peningkatan risiko penyakit diabetes melitus dan jantung.

Terdapat 2 macam gula yang kita temui sehari-hari :

  • Gula alami

Jenis gula ini dapat diperoleh langsung dari makanan seperti buah-buahan (fruktosa) dan susu (laktosa).

  • Pemanis buatan

Jenis gula ini ditambahkan pada makanan dan minuman. Meliputi gula pasir, gula merah atau jenis yang lainnya.

Setiap jenis gula tidak dapat dibandingkan jumlah kalorinya, sebab masing-masing memiliki tingkat kemanisan yang berbeda-beda. Misalnya pada pemanis buatan jumlah kalori lebih besar dibandingkan gula alami yang ada pada buah-buahan. Sehingga dalam jumlah sedikit, kalori yang dihasilkan tetap lebih besar daripada gula alami.

Penyertaan label less sugar pada minuman kemasan tidak menjamin bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi setiap hari. Agar terhindar dari gangguan kesehatan – seperti penyakit diabetes mellitus dan  jantung – Anda  tetap harus membatasi konsumsi gula.  

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar