Sukses

Fakta Tentang Antibiotik yang Anda Perlu Tahu

Jangan sembarangan mengonsumsi obat antibiotik. Ini fakta medis yang perlu Anda tahu.

Salah satu fakta antibiotik yang belum banyak diketahui adalah obat ini ditemukan pada tahun 1928 oleh ilmuwan Skotlandia, Alexander Fleming. Sejak saat itu, antibiotik menjadi obat yang populer dan sangat sering digunakan. Antibiotik disebut sebagai salah satu terobosan di dunia medis karena efektif untuk mengatasi penyakit akibat bakteri. 

Meskipun efektif, antibiotik tidak disarankan untuk dikonsumsi secara bebas atau sembarangan. Jika tidak digunakan dengan tepat, bukannya berdampak baik bagi kesehatan tetapi malah merugikan dan berbahaya. 

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenal fakta antibiotik lebih dalam. Mari kita bahas lebih dalam berbagai fakta mengenai antibiotik.

1 dari 2 halaman

Fakta Tentang Antibiotik

Berikut adalah beberapa fakta antibiotik yang perlu Anda ketahui:

  1. Antibiotik Bukan untuk Semua Penyakit

Antibiotik memang dapat menyembuhkan penyakit. Tapi tidak untuk segala penyakit. Antibiotik hanya dapat mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Artikel Lainnya: Tak Semua Penyakit Perlu Antibiotik, Ini Aturannya

Dengan kata lain, penggunaan antibiotik pada infeksi virus merupakan hal yang tidak tepat. Konsumsi antibiotik tidak akan mempercepat proses penyembuhan pada infeksi yang disebabkan oleh virus.

  1. Penggunaan Antibiotik yang Tidak Bijak Bisa Picu Resistensi 

Antibiotik harus digunakan sesuai dengan petunjuk dokter, baik dari indikasi pemberian maupun dosis. Jika dikonsumsi secara sembarangan dan berlebihan, dapat memicu masalah baru berupa resistensi antibiotik.

Artinya, ketika tubuh membutuhkan obat antibiotik tersebut untuk mengatasi infeksi bakteri, obat tersebut sudah tidak dapat bekerja dengan baik karena bakteri sudah kebal. Karenanya, pembelian obat antibiotik harus menggunakan resep dokter agar penggunaannya tepat dan tidak memicu resistensi.

  1. Efek Samping Antibiotik, dari Mual Hingga Gangguan Pendengaran

Obat berasal dari bahan kimia yang pasti memiliki efek samping (bisa bersifat ringan atau berat). Efek samping antibiotik dapat berupa mual, muntah, nyeri ulu hati, gangguan pendengaran, dan lainnya berdasarkan jenis obat yang dikonsumsi.

Artikel Lainnya: Pentingnya Mengedukasi Diri Anda Tentang Penggunaan Antibiotik

Dasar pemberian terapi pada orang sakit adalah lebih besar manfaat dibandingkan efek sampingnya. Jika penggunaan tidak tepat, misal pada orang yang tidak membutuhkan antibiotik namun tetap meminumnya, orang tersebut hanya akan merasakan efek samping saja tanpa ada penyembuhan.

Oleh karena itu, pemberian obat antibiotik secara rasional sangatlah penting. Selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, sehingga dapat dinilai perlu atau tidaknya seseorang memperoleh terapi antibiotik.

  1. Tidak Semua Antibiotik Itu Sama

Jika dokter memberikan Anda antibiotik untuk mengatasi radang tenggorokan, belum tentu obat yang sama efektif untuk menangani infeksi saluran kemih. Dengan kata lain, penggunaan antibiotik tidak bisa disamaratakan untuk semua jenis penyakit. Kembali lagi, penggunaan antibiotik harus sesuai dengan anjuran dokter.

  1. Antibiotik Lama Belum Tentu Bisa Digunakan Lagi

Anda mengalami infeksi saluran napas dan sembuh menggunakan satu jenis antibiotik. Lalu pada suatu hari Anda mengalami sakit yang sama dan memutuskan untuk mengonsumsi antibiotik lama. 

Hati-hati, ini bukanlah cara yang tepat. Karena penyakit Anda yang sekarang belum tentu dapat diatasi oleh antibiotik yang sama. Bisa saja Anda harus menggunakan antibiotik jenis lain atau membutuhkan lebih dari satu antibiotik.

Artikel Lainnya: Anak Diare, Haruskah Diberi Antibiotik?

  1. Dosis Antibiotik Tiap Orang Berbeda-beda

Perlu diketahui, dosis obat antibiotik antara anak dan dewasa itu berbeda. Jika Anda diberikan antibiotik dengan dosis tertentu, belum tentu anak dapat diberikan dengan dosis yang sama.

Dosis antibiotik antara anak yang satu dengan yang lainnya juga tidak selalu sama. Banyak faktor yang dapat memengaruhi, seperti berat badan hingga derajat keparahan penyakit. Jadi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh terapi antibiotik yang tepat.

  1. Bukan Obat Emergency

Antibiotik bukanlah obat untuk kondisi darurat atau obat yang harus diberikan pertama kali ketika mengalami keluhan. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menyimpan antibiotik lama maupun menyediakannya sebagai stok di rumah.

Ketika dokter memberikan antibiotik, obat tersebut telah disesuaikan untuk kebutuhan satu orang dan harus dihabiskan meskipun sudah tidak ada keluhan, sehingga efektivitas terapi dapat terjaga. Jadi, jangan remehkan fakta antibiotik yang satu ini, ya.

  1. Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Menemukan Antibiotik yang Baru

Meskipun perkembangan ilmu pengetahuan di bidang medis cukup cepat, butuh waktu yang begitu lama untuk dapat menemukan antibiotik yang baru. Dari melakukan uji coba pada hewan hingga memperoleh izin dari badan pengawasan obat di setiap negara.

Bayangkan jika obat antibiotik banyak yang sudah resisten dan belum ada antibiotik baru yang dapat diberikan. Tentunya bisa sangat merugikan dan membahayakan. Perkembangan penyakit akan semakin berat dan tidak menutup kemungkinan timbulnya berbagai komplikasi.

Penggunaan obat antibiotik dengan tidak tepat atau tanpa pengawasan dokter hanya akan meningkatan risiko efek samping dan resistensi obat.

Karena itu, Anda perlu lebih bijak saat mengonsumsi antibiotik. Jangan sampai penggunaan obat tersebut justru membuat Anda terjerumus pada masalah kesehatan baru. 

[FY/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar