Sukses

Manfaat Buncis untuk Kesehatan Anak

Tidak hanya menjadi salah satu makanan olahan favorit, buncis juga memiliki berbagai manfaat untuk anak.

Dikenal sebagai sayur yang bentuknya menyerupai kacang panjang, buncis merupakan sejenis polong-polongan yang dapat dimanfaatkan bagian buah, biji, dan daunnya sebagai santapan. Buncis memiliki rasa yang khas dan dapat diolah dengan beragam cara sehingga menjadikannya sayuran favorit banyak orang, termasuk anak-anak. 

1 dari 4 halaman

Manfaat Buncis bagi Kesehatan Anak

Berdasarkan United States Department of Agriculture (USDA) National Nutrient Database, dalam 150 gram buncis mengandung 28 kalori, 0,55 gram lemak, 5,66 gram karbohidrat, 2,6 gram serat, 1,94 gram gula, dan 1,42 gram protein. Tak mengherankan, bukan, jika buncis sangat baik untuk dikonsumsi?

Buncis sangat baik untuk diberikan pada anak yang usianya sudah menginjak 1 tahun. Hal ini karena buncis mengandung nutrisi yang dapat menunjang pertumbuhan si Kecil. Berikut ini adalah manfaat buncis untuk kesehatan anak:

  1. Sumber Protein Nabati

Buncis adalah salah satu sumber protein tertinggi di antara sayuran lainnya. Untuk mendapatkan manfaat ini, buncis harus dikonsumsi dalam kondisi kering. Kandungan protein penting untuk menjaga kesehatan otot, rambut, organ-organ tubuh, serta membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

Artikel Lainnya: Kebiasaan Sehat yang Perlu Dipelajari Anak Sejak Dini

  1. Sumber Vitamin A

Dalam 128 gram buncis, terkandung 690 IU vitamin A. Adanya kandungan vitamin A yang tinggi pada buncis dapat membantu meningkatkan kualitas penglihatan anak, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga kesehatan reproduksi.

  1. Kaya Vitamin C

Selain mengandung vitamin A, buncis juga mengandung vitamin C. Dalam 128 gram buncis, terdapat 12,2 mg atau setara dengan pemenuhan 25 persen kebutuhan vitamin C yang direkomendasikan.

Manfaat buncis bagi kesehatan anak, yaitu dapat menjaga daya tahan tubuh si Kecil. Dengan tercukupinya kebutuhan vitamin C sehari-hari, anak akan semakin kuat dan tidak mudah terserang flu, batuk, dan penyakit infeksi lainnya.

  1. Sumber Folat

Folat atau asam folat termasuk dalam golongan vitamin B. Dalam 1 cup buncis, mengandung 33 mcg folat yang berperan dalam produksi sel darah merah. Folat ini yang nantinya turut meningkatkan penyerapan gizi ke seluruh organ tubuh anak.

Di samping itu, folat juga berguna dalam memperkuat sel otak sehingga secara otomatis meningkatkan fungsi kerja otak. 

Artikel Lainnya: 11 Makanan Sehat dan Bergizi yang Disukai Anak

  1. Sumber Antioksidan

Buncis mengandung flavonoid, alkaloid, katekin, dan antosianin. Semua senyawa ini bertindak sebagai antioksidan untuk menetralkan radikal bebas yang diproduksi di dalam tubuh. Dengan ini, risiko kerusakan sel dan DNA akibat radikal bebas menjadi semakin kecil atau bahkan hilang sama sekali. 

  1. Sumber Serat

Serat pada buncis sangat berguna dalam menjaga kesehatan usus. Dengan kesehatan usus yang terjaga, anak akan mengalami peningkatan nafsu makan, terhindar dari gangguan buang air besar, dan membuatnya jauh dari penyakit.

  1. Sumber Mineral

Buncis merupakan sumber mineral yang baik. Salah satu kandungan mineral yang terdapat dalam buncis adalah mangan. Senyawa ini sangat penting dalam menunjang pembentukan tulang dan gigi anak, mempercepat penyembuhan luka, serta berbagai fungsi tubuh lainnya. 

Dalam 128 gram buncis terkandung 37 gram kalsium, zat besi 1,03 gram, magnesium 25 mg, fosfor 38 mg, kalium 211 mg, dan zink 0,24 mg. 

  1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Kandungan serat yang ada dalam buncis membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Selain itu, buncis juga rendah akan natrium sehingga baik untuk menjaga tekanan darah. 

Artikel Lainnya: Makanan Enak untuk Jaga Kesehatan Jantung Anak

2 dari 4 halaman

Efek Samping Konsumsi Buncis

Manfaat buncis untuk kesehatan anak memang sudah tidak diragukan lagi. Namun, ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi jika mengonsumsi buncis, terutama buncis kering atau yang diawetkan. Beberapa efek samping akibat buncis yang dapat terjadi, antara lain:

  1. Alergi

Karena termasuk jenis polong-polongan, ada beberapa anak yang memiliki alergi terhadap jenis makanan ini. Oleh sebab itu, saat Anda memberikan si Kecil buncis untuk pertama kali, perhatikan apakah ada tanda alergi.

Tanda alergi akibat efek samping buncis, seperti muncul ruam kemerahan, batuk, gatal-gatal di seluruh tubuh, atau parahnya bisa sesak napas hingga tak sadarkan diri.

Jika ada tanda alergi, sebaiknya segera hentikan pemberian buncis dan pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

  1. Defisiensi Nutrisi

Apabila mengonsumsi buncis dalam jumlah banyak, tubuh si Kecil bisa mengalami defisiensi mineral. Ini karena buncis mengandung asam fitat yang dapat mengikat mineral penting, seperti kalsium, dan membuat mineral tidak bisa terserap oleh tubuh. Jadi, lebih baik berikan buncis pada si Kecil sesuai dengan porsinya, ya. 

Artikel Lainnya: Kesehatan Mental Anak Sejak Dini Harus Diperhatikan, Ini Alasannya!

  1. Gangguan Pencernaan

Buncis mengandung serat yang mampu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Namun, Anda perlu waspada juga karena di dalam buncis mengandung lektin. Lektin ini adalah protein yang mengikat karbohidrat.

Tingginya kandungan lektin di dalam tubuh justru membuat masalah pada gangguan pencernaan seperti sulit BAB. Salah satu cara untuk mengurangi kadar lektin ini adalah memasak buncis dengan baik. 

  1. Penumpukan Zat Oksalat dalam Tubuh

Buncis mengandung  oksalat di dalamnya. Apabila zat ini terlalu pekat di dalam tubuh, dapat memicu komplikasi karena zat ini mudah sekali mengkristal. Pada anak-anak dengan gangguan fungsi ginjal, hati-hati mengonsumsi buncis karena bisa memperburuk keadaan. 

3 dari 4 halaman

Cara Mengolah Buncis yang Benar

Agar manfaat buncis untuk kesehatan anak dapat diperoleh, tentu Anda harus tahu cara mengolah buncis yang benar. Menyajikan buncis dalam keadaan segar merupakan pilihan sehat untuk mendapatkan nutrisi penuh. Hindari mengonsumsi buncis kering atau yang sudah dibekukan karena nutrisi yang ada tentu sudah berkurang. 

Buncis yang terlalu lama dimasak akan membuat nutrisi yang terkandung di dalamnya mengalami kerusakan. Sebaiknya, masaklah dengan api kecil hingga sedang dan hindari memasak terlalu matang agar nutrisinya masih terjaga dengan baik. Jangan lupa, sebelum memasaknya cuci bersih sayuran buncis, ya!

Jika Anda membeli buncis dalam jumlah banyak dan perlu disimpan, sebaiknya taruh buncis dalam kantong plastik dan masukkan ke lemari es khusus untuk menyimpan sayuran. Ini bertujuan agar sayuran tidak terkontaminasi dengan bahan masak lainnya, seperti daging. Pastikan juga buncis yang Anda beli habis dikonsumsi dalam 1 minggu.

Jika buncis sudah berubah warna menjadi lebih gelap, tidak tegak, dan terdapat banyak flek atau noda hitam, jangan dikonsumsi karena ini menandakan buncis sudah tidak segar dan kemungkinan nutrisinya juga sudah berkurang. 

Menambahkan buncis dalam menu si Kecil memang menjadi tantangan bagi orang tua. Jadi, berkreasilah sekreatif mungkin agar buncis tetap bisa dikonsumsi si Kecil dengan baik. Apabila ingin bertanya lebih lanjut mengenai menu sehat untuk anak, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kami melalui Live Chat di aplikasi KlikDokter. 

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar