Sukses

Mengapa Pemanasan Sebelum Olahraga Itu Penting?

Pemanasan sebelum olahraga sangat bermanfaat bagi tubuh. Ini penjelasannya!

Klikdokter.com, Jakarta Seseorang kerap melewatkan sesi pemanasan sebelum olahraga. Mungkin karena tidak tahu bahwa pemanasan sangat bermanfaat, atau malah beranggapan tidak merasa perlu melakukan pemanasan. Faktanya, sesi pemanasan merupakan tahap penting dalam olahraga, agar jantung, paru, otot, sendi dan otak siap untuk aktifitas fisik yang sesungguhnya.

Sesi pemanasan umumnya merupakan kombinasi dari latihan kardio ringan, peregangan (stretching), dan penguatan otot (strength training). Latihan kardio bertujuan untuk meningkatkan aliran darah, suhu tubuh, dan laju jantung. Sedangkan peregangan akan mempersiapkan otot tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan saat aktivitas fisik yang sesungguhnya.

Ketika otot-otot mulai rileks dan hangat setelah melakukan  kedua latihan tersebut, barulah boleh dilakukan latihan penguatan otot. Latihan dapat berupa gerakan melompat atau sprint (lari cepat), yang bertujuan untuk meningkatkan intensitas aktivitas secara perlahan dan mencegah cedera.

Mengapa pemanasan itu penting?

Pemanasan yang terstruktur dengan baik akan meningkatkan aliran darah, suhu otot, serta suhu dan inti tubuh, sehingga kontraksi dan relaksasi otot lebih cepat dan lebih bertenaga. Tak hanya itu, aliran oksigen pun menjadi lebih baik, hasilnya laju metabolisme dan pembakaran kalori tubuh meningkat. Semua proses ini memiliki efek positif terhadap performa seseorang dalam berolahraga.

Selain itu, peluang cedera akibat berolahraga juga dapat dikurangi, karena pemanasan membuat otot dan sendi menjadi lebih fleksibel. Pemanasan akan melemaskan ikatan-ikatan jaringan penyambung pada otot dan sendi, sehingga lebih siap menghadapi gerakan-gerakan yang bersifat tiba-tiba dan mampu ‘bertahan’ pada latihan dengan intensitas berat.

 

 

1 dari 2 halaman

Kunci pemanasan yang tepat

Setiap sesi pemanasan berlangsung selama 10-30 menit, dan harus bisa mengakomodasi ketiga jenis latihan yakni kardio, peregangan dan penguatan otot.

Mulailah pemanasan secara perlahan, dengan gerakan-gerakan ringan seperti berjalan, joging atau bersepeda. Latihan ini akan meningkatkan suhu otot dan inti tubuh sehingga Anda berkeringat. Otot-otot pun menjadi lebih elastis dan siap untuk diregangkan.

Setelah 5-10 menit, lakukan peregangan otot. Fokuskan gerakan pada otot-otot yang banyak digunakan untuk olahraga yang sesungguhnya. Kemudian, tingkatkan intensitasnya secara bertahap.

Anda dapat memilih untuk melakukan peregangan statis, yaitu dengan mempertahankan posisi tertentu selama 10-30 detik. Atau, Anda juga bisa melakukan peregangan dinamis, dengan menggerakkan otot dan sendi tubuh sesuai rentang gerak (range of motion) optimalnya.

Perlu diketahui bahwa untuk mencegah cedera, dibutuhkan perpindahan halus dari gerakan-gerakan saat pemanasan ke gerakan spesifik olahraga yang akan dilakukan. Sebagai contoh, seorang pemain basket dapat melakukan pemanasan yang berupa mengoper atau menembakkan bola ke dalam jaring, atau, seorang atlet angkat besi dapat mengangkat beban yang ringan terlebih dulu, sebelum mengangkat beban yang lebih berat.

Mulai sekarang, jangan lagi lewatkan sesi pemanasan sebelum berolahraga. Tahapan ini sangat penting agar Anda tak mengalami pegal-pegal atau nyeri berlebihan, hingga cedera otot dan sendi akibat olahraga tanpa pemanasan.

 [DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar