Sukses

Cegah Preeklamsia saat Hamil dengan Makanan Ini

Ada beberapa upaya pencegahan untuk menurunkan risiko terjadinya preeklamsia saat hamil, salah satunya dari makanan.

Klikdokter.com, Jakarta Preeklamsia adalah suatu komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, dan dapat disertai kerusakan organ-organ (biasanya organ ginjal dan hati). Umumnya preeklamsia terjadi setelah usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak diatasi dengan baik, preeklamsia dapat berkembang menjadi eklamsia yang dapat membahayakan ibu maupun janin.

Berbagai upaya pencegahan untuk preeklamsia masih terus dikembangkan. Pencegahannya tidak baru dimulai saat Anda sudah hamil, namun sejak Anda mempersiapkan kehamilan. Untuk menurunkan risiko terjadinya preeklamsia, berikut hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan.

Konsumsi beberapa suplemen

Menurut beberapa penelitian, asupan suplemen seperti asam folat, kalsium, vitamin D, vitamin B6, vitamin C, dan vitamin E dapat menurunkan risiko terkena preeklamsia. Penggunaan suplemen tersebut sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Makanan tinggi antioksidan

Beberapa makanan yang mengandung antioksidan tinggi dapat membantu menurunkan risiko preeklamsia, di antaranya brokoli, bayam, kacang-kacangan, wortel, kentang, nasi merah, kacang kedelai, dan berbagai ikan seperti salmon, sarden, tuna, hering, dan kembung.

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Batasi garam

Pastikan untuk membatasi garam dalam menu makanan Anda. Menurut National Academy of Medicine, tingkat asupan garam yang direkomendasikan adalah 3,8 gram per hari. Jumlah ini berlaku sama antara ibu hamil dengan orang dewasa biasa. Namun, pada ibu hamil yang memiliki beberapa faktor risiko preeklamsia lainnya, harus memperhatikan asupan garamnya lebih ketat. Apalagi ketika sudah memasuki trimester tiga kehamilan.

Konsumsi makanan tinggi kalium

Makanan tinggi kalium dipercaya dapat mencegah tekanan darah tinggi pada kehamilan. Beberapa makanan yang mengandung kalium tinggi adalah alpukat, pisang, bayam, salmon, aprikot, persik, delima, air kelapa, kacang buncis putih (white kidney beans), kentang, dan tomat.

Kontrol asupan protein

Preeklamsia dapat meningkatkan kadar protein di urine. Oleh karena itu, penting pula untuk mengontrol asupan protein, yaitu 15-20% dari seluruh total asupan kalori Anda.

Dengan memperhatikan asupan makanan Anda, diharapkan dapat menurunkan risiko terjadinya preeklamsia. Namun, tetap penting untuk berkonsultasi dengan dokter secara teratur sehingga dapat menyingkirkan faktor risiko lain yang dapat menyebabkan preeklamsia. 

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar