Sukses

Waspada Bahaya Merkuri di Lingkungan Anda

Apa itu merkuri? Bagaimana dampak merkuri bagi kesehatan tubuh?

Klikdokter.com, Jakarta Merkuri adalah salah satu logam berat yang berbahaya bagi kesehatan. Awalnya merkuri ini digunakan oleh penambang emas tradisional untuk memisahkan butir-butir emas dan butir-butir batuan. Endapan merkuri ini disaring menggunakan kain untuk mendapatkan sisa emas. Kemudian, endapan yang tersaring ini diremas-remas dengan tangan.

Air sisa penambangan yang mengandung merkuri akan dibiarkan ikut mengalir bersama aliran sungai, hingga turut mengaliri lahan pertanian. Karena sifat merkuri yang tidak dapat dihancurkan, maka merkuri dapat mencemari hasil pertanian yang selanjutnya akan Anda konsumsi juga.

Dulu merkuri sering ditemukan pada krim-krim kecantikan yang berfungsi sebagai pemutih. Namun saat ini, dengan adanya air yang tercemar, merkuri juga bisa berada di makanan Anda. Bahkan tak sedikit ikan laut yang telah terkontaminasi merkuri dari laut.

Di dalam tubuh Anda, meskipun dalam jumlah kecil, merkuri tidak dapat hancur oleh sistem pencernaan atau pembuluh darah. Merkuri ini akan terus terakumulasi dalam tubuh manusia sehingga akan berdampak serius bagi kesehatan.

Dampak yang terjadi pada setiap orang akan berbeda tergantung umur, jumlah merkuri yang masuk, bagian mana yang terpapar, serta berapa lama terpapar merkuri tersebut.

Satu hal yang pasti, merkuri bersifat racun terhadap sistem saraf pusat dan perifer. Menghirup uap merkuri berefek negatif pada saraf, pencernaan, sistem kekebalan tubuh, paru-paru dan ginjal, dan mungkin akan berakibat fatal. Garam-garam anorganik merkuri juga dapat memengaruhi organ kulit, mata, saluran pencernaan, serta dapat menyebabkan toksisitas ginjal jika tertelan.

Gangguan neurologis dan perilaku dapat diamati setelah merkuri terhirup, tertelan  atau saat terkena paparan senyawa ini secara langsung. Tanda dan gejalanya meliputi tremor, insomnia, kehilangan memori, sakit kepala, dan lain-lain.

Agar kesehatan tak terganggu akibat paparan merkuri, bijaklah dalam mengonsumsi makanan. Misalnya, jika ingin makan makanan laut, pilihlah ikan dengan kandungan merkuri yang lebih rendah, antara lain tuna kaleng, udang, salmon, kod, dan lele.

[RS/ RVS]

1 Komentar